Maluku Terkini
Desa Sehat Bebas Hipertensi Berbasis RENALA: Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Pesisir
Dalam rangka membantu mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat STIKES Pasapua Ambon menginisiasi program Desa Sehat Bebas Hipertensi berbasis
Hasil Program
Hasil dari program ini sangat positif. Sebelum program dimulai, banyak masyarakat yang belum memahami bahwa rempah-rempah lokal yang biasa mereka gunakan dalam masakan juga dapat berfungsi sebagai pengobatan hipertensi. Setelah mengikuti kegiatan ini, hampir semua peserta mengaku lebih memahami cara memanfaatkan rempah-rempah untuk kesehatan, terutama dalam menurunkan tekanan darah secara alami.
Sebagai contoh, masyarakat diajarkan bahwa bawang putih harus dihancurkan dan dibiarkan selama beberapa menit sebelum diseduh air hangat untuk mengaktifkan kandungan allicin yang efektif menurunkan tekanan darah. Selain itu, mereka juga belajar cara membuat ramuan jahe dan kunyit untuk dikonsumsi secara rutin guna menjaga kesehatan jantung dan mengurangi peradangan.
Salah satu peserta, menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi keluarganya. “Saya tidak pernah tahu sebelumnya bahwa bawang putih dan jahe bisa membantu menurunkan tekanan darah. Sekarang saya mulai menanam rempah-rempah ini di rumah dan rutin mengkonsumsinya,” ujarnya. Respon positif lainnya juga datang dari perserta lainnya, seorang nelayan setempat, yang mengatakan bahwa program ini membuka wawasannya tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang benar.
Dampak Jangka Panjang
Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi dan pentingnya gaya hidup sehat semakin meningkat. Penggunaan rempah-rempah sebagai solusi alami dalam mengatasi hipertensi diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat Negeri Seith dan sekitarnya. Selain itu, dengan adanya pelatihan penanaman tanaman obat herbal, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatan mereka tanpa harus bergantung pada obat-obatan modern yang terkadang sulit diakses.
Tim pengabdian masyarakat STIKES Pasapua Ambon juga berharap agar program ini dapat diadopsi di desa-desa pesisir lainnya di Maluku. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan setempat, program ini dapat diperluas dan menjadi bagian dari upaya pencegahan hipertensi di wilayah pesisir Indonesia secara lebih luas.
Dr. Abdul Thalib, S.Kep., Ns., M.Kep, sebagai ketua tim, menyampaikan harapannya agar program ini tidak hanya berdampak pada penurunan angka hipertensi, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. "Rempah-rempah Nusantara adalah kekayaan kita yang bisa dimanfaatkan dengan bijak untuk meningkatkan kesehatan. Kami berharap masyarakat dapat terus mengedukasi diri mereka sendiri dan saling mendukung dalam menjaga kesehatan bersama," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/STIKES-Pasapua-RENALA.jpg)