Harga Tomat
Produksi Lokal Melimpah, Harga Tomat di Maluku Tenggara Terjun Bebas Rp 10 ribu Perkilo
Harga tomat jenis Apel di pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) terjun bebas ke level Rp. 10 ribu perkilo.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Harga tomat jenis Apel di pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) terjun bebas ke level Rp. 10 ribu perkilo.
Hal tersebut dipengaruhi produksi petani lokal dari Ohoi (Desa) Wain dan Abean, Kecamatan Kei Kecil Timur yang melimpah.
Pantauan TribunAmbon.com, Rabu (21/8/2024) sejumlah lapak pedagang bumbu dapur di pasar Langgur, menjual tomat dengan harga harga variatif.
Ada yang membanrol Rp. 10 ribu hingga Rp. 15 ribu per kilo, tomat segar yang langsung dipasok dari kebun.
Padahal untuk satu bulan lalu harga tomat sempat mahal dan dijual dengan harga Rp. 60 ribu per kilo, dipicu keterbatasan pasokan dan sempat langka di pasaran.
Baca juga: Update Harga Bahan Pokok di Maluku Tenggara, Beras Terpantau Stabil
Baca juga: ASN Maluku Diingatkan Tak Terlibat Judi Online
"Harganya merosot sekali, kita ambil dari pemasok itu dengan harga Rp. 800 ribu kita jual dengan Rp. 10 ribh hingga Rp.15 ribu," ujar, mama Siti salah satu pedagang di pasar Langgur.
Menurutnya, penurunan harga tomat ini karena ketersedian yang sudah melimpah di pasaran, sehingga harga di tingkat pemasok pun menurun.
"Kita berharap, harga tomat khususnya tidak lagi mengalami penurunan, karena stabilnya harga akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani," pungkasnya.
Sementara, untuk cabai lokal dijual Rp. 70 ribu kini melonjak Rp. 130 ribu per kilo. Cabai lokal keriting tetap stabil dengan harga Rp. 80 ribu.
Sedangkan, bawang merah turun harga, semula Rp. 40 ribu kini dijual Rp. 30 ribu perkilo.
Bawang putih masih stabil tetap di angka Rp. 50 ribu perkilo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Tomat-malra-10-rb.jpg)