Sekda Tuarita Buka Musyawarah Kerja Wilayah Sinode AM GESINDO di Waipia
Sekda Malteng, Jauhari Tuarita membuka Musker Wilayah Ke-II dan Sidang Istimewa Ke-II Sinode AM Gereja Esa Indonesia (GESINDO) 2024 di Waipia
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tengah, Jauhari Tuarita membuka Musyawarah Kerja Wilayah Ke-II dan Sidang Istimewa Ke-II Sinode AM Gereja Esa Indonesia (GESINDO) Tahun 2024 di Wapia.
Tuarita mengatakan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksananya Musyawarah Kerja tersebut.
Musyawarah kerja tersebut, katanya, sangatlah penting bagi pertumbuhan Gereja di Indonesia karena turut membangun bangsa.
Baca juga: 16 Juli Jemaah Haji Maluku Tengah Tiba di Masohi
Baca juga: Akses Darurat Selesai, Jalur Menuju Tehoru Maluku Tengah Sudah Bisa Dilalui Mobil
"Kehadiran Gereja Esa Indonesia, khususnya di Maluku Tengah, sebagai Gereja yang selalu mengajarkan umatnya bertumbuh dan berkembang, secara berdampingan dengan sesama, telah banyak membantu Pemerintah Daerah dalam upaya membangun daerah ini terutama meningkatkan kualitas iman kristiani umat melalui program-program pelayanan," sebut Sekda, ucap Sekda, Selasa (9/7/2024).
Pemerintah Daerah juga mengapresiasi kiprah dan peran Gereja Esa Indonesia dalam membina dan melayani masyarakat.
Apalagi Indonesia adalah bangsa yang religius.
"Harapan kami Gereja Esa Indonesia senantiasa terus melayani seluruh jemaat yang tersebar di berbagai wilayah," ujar Sekda.
Lanjutnya, mengingat bahwa kehidupan bergereja saat ini memiliki tantangan sebagai mitra strategis pemerintah, karena itu Sekda menganggap ada beberapa hal dianggap penting untuk diingatkan bagi seluruh pengurys Gesindo di Maluku Tengah.
"Pertama, saya harapkan agar keputusan-keputusan yang ditetapkan dalam forum ini dapat sesuai dengan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi gereja masa kini, yakni tantangan ekonomi global, lingkungan, sosial, politik, dan teknologi informasi," urai Sekda.
Dari tantangan itu gereja dituntut untuk mempertajam kepekaanya terhadap perkembangan yang ada, membangun pemahaman, membangun komitmen, pelayanan kasih serta menghormati dan mendengar kepada pihak lain dalam perbedaan-perbedaan.
Kedua, Pemerintah Daerah sangat berharap peran serta Gereja Esa Indonesia dalam mendukung proses-proses pertumbuhan wilayah di Kabupaten Maluku Tengah.
Terutama dalam upaya bersama untuk penyelesaian masalah kemiskinan, pemberdayaan ekonomi keluarga, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
"Serta turut berperan memerangi penyakit masyarakat yang muncul sebagai akibat pesatnya perkembangan global yang hampir tak terkendali," imbuhnya.
Ketiga, Para pelayan Tuhan di Gereja Esa Indonesia diharapkan dapat senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan agama di kalangan umatnya.
Terlebih di era digital saat ini, di mana tantangan umat beragama jauh lebih besar.
"Umat perlu bimbingan dan pendampingan yang tiada henti di era disrupsi ini. Di sinilah peran gereja sangat penting untuk mengarahkan umat," pungkasnya.
| Kajari Bantah Penyidikan Kasus Bansos Rp 9,7 Miliar di Maluku Tengah Mandek |
|
|---|
| Proyek Strategis Nasional Kelapa dan Pala di Maluku Tengah Resmi Dibangun, Prabowo Beri pesan ini |
|
|---|
| Pemda dan Kejari Sepakat, Penganut Kepercayaan di Maluku Tengah Dijamin Perlindungan Hukum |
|
|---|
| Perpustakaan Keliling Disperpus Maluku Tengah Sasar Sekolah Minim Akses Bacaan |
|
|---|
| Tingkatkan Minat Baca, Perpustakaan Keliling Sambangi Sejumlah Sekolah di Maluku Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Musker-Gesindo.jpg)