Idul Adha di Maluku

Warga Masohi Maluku Tengah Tunaikan Salat Idul Adha di Masjid Agung Ibnu Abdullah

Al Ust. H. Hijerin Aliah menjelaskan menyembelih hewan kurban merupakan simbol ketauhidan. Bahwasanya ibadah itu hanya milik Allah semata.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Tanita Pattiasina
Lukman Mukadar
Warta Kota Masohi tunaikan Shalat Idul Adha 1445 H/2024 Miladiah, Senin (17/6/2024). 

Laporan Kontributor TrubunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Warga Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, melaksanakan Salat Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024, Senin (17/6/2024).

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, satu persatu jamaah mulai berdatangan memenuhi ruangan Masjid sejak pukul 07.00 WIT.

Salat Idul Adha dipimpin Imam Besar Masjid Agung Ibnu Abdullah, Drs. H. Ali Tehuayo.

Sementara pengisi Khotbah adalah Al Ust. H. Hijerin Aliah dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku.

Baca juga: 12 Tips Agar Daging Kurban Tak Alot, Hanya Perlu Bahan Dapur Ini

Baca juga: Pj Bupati Maluku Tenggara Harap Pasar Murah Dapat Membantu Masyarakat Jelang Idul Adha

Ibadah Salat Id dilaksanakan pada pukul 07.50 WIT. Ratusan Jamaah antusias mengerjakan rukun sunnah Idul Adhah mulai dari dua Rakaat Salat hingga Khotbah usai.

Dalam khotbahnya, Hijerin menjelaskan menyembelih hewan kurban merupakan simbol ketauhidan. Bahwasanya ibadah itu hanya milik Allah semata.

Maka seorang mukmin harus berusaha menunaikan ibadah yang agung ini, sebagaimana Rasulullah SAW Bersabda;

Idul kurban juga mengandung makna besar dari hari raya satu ini. Adalah bahwa seorang hamba hendaklah mengorbankan dirinya terhadap Allah Rabbul 'Izzati.

"Rabb yang telah menciptakan dirinya, memberikan berbagai kenikmatan-kenikmatan yang tidak bisa dihitung selama hidup di dunia. Itulah iman, itulah ketaatan dan itulah ketundukan," kata Hijerin.

Ketika seorang hamba menyembelih Kurbannya, dan seraya berdoa, Allah berfirman dengan kalimat yang terjemahannya seperti berikut.

"Sesungguhnya Salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Rabbul 'Alamin. Tidak ada sekutu bagi Dia," (QS. Al-An'am: 163).

Ia juga mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW bahwasanya.

"Siapa yang mendapatkan kelebihan harta tapi dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati musholla kami,”

Pernyataan Ini adalah penegasan Rasulullah bagi orang yang diberikan kemampuan dan kelebihan harta untuk berkurban, namun tidak menunaikannya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved