Sabtu, 11 April 2026

Idul Adha di Maluku

Penarik Becak di Pasar Namlea Maluku Panen Rezeki Jelang Idul Adha

Penghasilan tukang becak meningkat seiring dengan banyaknya pengunjung yang datang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan Idul Adha.

Penulis: Zainal Ameth | Editor: Tanita Pattiasina
Zainal ameth
Penarik Becak di pasar Inpres Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Jumat (14/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Zainal Ameth

NAMLEA, TRIBUNAMBON - Menjelang Hari Raya Idul Adha, suasana di Pasar Inpres Kota Namlea semakin ramai dengan aktivitas warga yang mempersiapkan kebutuhan untuk perayaan, Jumat (14/6/2024).

Fenomena ini membawa berkah tersendiri bagi para penarik becak, salah satunya adalah Samrudin (48).

Pria yang sudah 20 tahun mengayuh becak di pasar ini memulai harinya lebih awal dari biasanya.

“Saya mulai bekerja dari jam 7 pagi tadi,” ujarnya.

Baca juga: Heboh, Beredar Video Pencabulan Anak di Kuburan Cina Benteng - Kota Ambon

Baca juga: Polisi Serahkan Tersangka Video Air Panas ke Jaksa

Dalam waktu yang relatif singkat, hingga pukul 11 siang, dia sudah berhasil mengantar penumpang sebanyak 10 kali.

“Alhamdulillah, dari pagi sampai jam 11 saja sudah 10 tarikan,” katanya.

Setiap kali menarik satu penumpang, ia mendapatkan Rp5.000.

“Kalau barangnya banyak, tarifnya bisa sampai Rp20.000,” lanjutnya.

Dijelaskan, penghasilannya meningkat seiring dengan banyaknya pengunjung yang datang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan Idul Adha.

Kondisi seperti ini tidak selalu terjadi. Biasanya, di hari-hari biasa, jumlah penumpang tidak sebanyak ini.

Namun, momen-momen menjelang hari besar seperti Idul Adha memberikan peluang besar bagi Samrudin dan rekan-rekannya sesama penarik becak untuk meningkatkan penghasilan.

Aktivitas di Pasar Inpres semakin padat beberapa hari terakhir, karena banyak warga yang ingin memastikan mereka memiliki segala yang diperlukan untuk perayaan Idul Adha.

Kehadiran becak sebagai moda transportasi sederhana namun efektif, menjadi pilihan utama bagi banyak pengunjung pasar.

Meskipun sudah dua dekade bekerja sebagai penarik becak, Samrudin tetap optimis dan bersemangat menjalani profesinya.

“Selama masih bisa mengayuh, saya akan terus bekerja di sini,” tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved