Minggu, 19 April 2026

Info Daerah

13 Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di Malteng Dapat Perhatian Pemkab

Selain difasilitasi tempat tinggal para korban juga dihadirkan satu orang psikolog untuk gerakan pendampingan dan bimbingan mental atau trauma healing

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pemkab Malteng
Penjabat Sekda Maluku Tengah, Jauhari Tuarita bersama Kadis PMN dan PPPA Malteng saat menyerahkan santunan kepada orang tua korban korban di Masohi, Jumat (17/5/2024). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 13 orang anak yang merupakan korban kekerasan perempuan dan anak di Maluku Tengah kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.

Selain difasilitasi tempat tinggal para korban juga dihadirkan satu orang psikolog untuk gerakan pendampingan dan bimbingan mental atau trauma healing bagi para korban.

Upaya ini dilakukan prakarsai melalui Dinas PMN dan PPPA menggandeng Psikolog dari Kota Ambon.

Pj Bupati Maluku Tengah melalui Pj Sekretaris Daerah, Jauhari Tuarita kepada para korban menyerahkan santunan baik berupa kebutuhan pokok dan juga kebutuhan sekolah kepada para korban kekerasan seksual itu. 

Pj Sekretaris Daerah mengapresiasi langkah dinas PMN dan PPPA Maluku Tengah lakukan pemulihan traumatik dan pendampingan terhadap korban kekerasan seksual anak. 

"Pemerintah Daerah apresiasi atas Kepedulian Dari Dinas Pemberdayaan karena sudah hadirkan psikolog lakukan pendampingan bagi korban kekerasan seksual anak di Maluku Tengah," kata Jauhari saat memberi sekapur sirih di Rumah Aman sementara di Masohi, Jum'at 17 Mei 2024.

Baca juga: Biadab! Ayah dan Kakek di Tanimbar Rudapaksa Anak Tiri Berulang Kali, Bahkan Ancam Korban Dibunuh

Baca juga: KPU Tual Lantik 25 PPK, Renhoran Tekankan Jaga Integritas

Dikatakan, Pemerintah daerah lakukan pendampingan secara psikologis dan pemberian talih asih yang diberikan Pemda sebagai wujud rasa cinta yang mendalam kepada para korban kekerasan seksual. 

"Saya mau bilang anak-anaku tidak sendirian pemerintah daerah terus hadir untuk lakukan pendampingan kepada anak-anaku," kata Jauhari didepan para korban kekerasan seksual yang sedang jalani masa pemulihan mental. 

"Tidak perlu kecil hati, tidak perlu rasa sedih berlebihan. Harus yakin pemerintah akan selalu berada di sini dengan ade-ade. Sebentar lagi ikuti dengan baik pendampingan yang dilakukan psikolog untuk menambah pengetahuan," tandasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Negeri dan Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak (PMN dan PPPA), Wahayumi mengatakan pihaknya ikut sedih karena kasus kekerasan seksual terhadap anak di Maluku Tengah terus meningkat. 

"Tahun 2023 Januari-Desember jumlah kasus kekerasan seksual ada 13 kasus, tapi di 2024 baru di bulan Mei sudah ada lagi belasan kasus," ungkap Wahayumi. 

Olehnya itu kata Wahayumi, Dinas PMN dan PPPA akan tingkatkan perannya dalam rangka melakukan pencegahan kasus tersebut. 

"Kita akan tingkatkan sosialisasi dan bersinergi dengan pemerintah negeri agar kasus-kasus seperti ini tidak terjadi atau minimal menekan angka kasus agar tidak meningkat," tandasnya. 

Wahayumi juga berharap kasus-kasus seperti ini perlu mendapat kepastian hukum agar para pelaku benar-benar menerima hukuman yang maksimal. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved