Pilkada 2024

Inpres Percepatan Pembangunan Maluku, FCT: Ide Ini dari Saya, Jangan Orang Lain Copy Paste

Di hadapan puluhan mahasiswa dan pemuda, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan itu membocorkan salah satunya. Oleh Febry, dipastikan idenya itu fresh di

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Febry Calvin Tetelepta 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Mantap berkontestasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku 2024, Febry Calvin Tetelepta (FCT) sejauh hari telah menyiapkan rencana strategis untuk Maluku.

Di hadapan puluhan mahasiswa dan pemuda, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan itu membocorkan salah satunya.

Oleh Febry, dipastikan idenya itu fresh di Maluku dan diyakini tak dipikirkan bakal kontestan Pilkada lainnya.

Ialah Instruksi Presiden (Inpres) percepatan Pembangunan Maluku.

“Jadi ide ini dari saya, tak boleh orang lain copy paste,” tegas Febry dalam diskusi publik bertajuk ‘Bacarita dengan FCT tentang Maluku’ itu, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Di Bawah Potret Tokoh Maluku, Febry Calvin Tetelepta Serap Aspirasi Pemuda dan Mahasiswa

Diketahui, tujuan pokok diterbitkannya Inpres adalah untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan dengan sejumlah sektor prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Misalnya, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan hingga infrastruktur.

Penganggaran bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian terkait.

“Kita akan membangun Maluku sesuai frame inpres yang sudah ada. Siapapun yang jadi gubernur kedepan akan pakai inpres itu untuk membangun Maluku,” katanya.

“Setiap bulan saya pimpin rapat hanya untuk mendorong percepatan pembangunan Jawa Timur dan Jawa Tengah karena mereka dilindungi oleh inpres itu. Kenapa Maluku tak bikin itu dari dulu,” imbuh FCT.

Menurutnya, UU Kepulauan yang diperjuangkan sedari dulu mustahil terwujud.

“Kalau kita paksa UU Kepulauan gak akan terjadi, gak mungkin karena dianggap negara dalam negara. Tiap tahun masuk dalam proglenas tapi tak pernah jadi,” tandasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved