Senin, 13 April 2026

Literasi Digital

Workshop Literasi Digital: Berikut 10 Website yang Bisa Digunakan tuk Lawan Hoaks

Pengenalan ke-10 website ini disampaikan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Pattimura (Unpatti) Rona

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com
LITERASI DIGITAL: Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Pattimura (Unpatti) Ronald Alfredo saat memberikan materi, Selasa (7/5/2024). 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Setidaknya terdapat 10 website yang bisa digunakan untuk memeriksa fakta agar tak mudah termakan informasi hoaks.

Pengenalan ke-10 website ini disampaikan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Pattimura (Unpatti) Ronald Alfredo saat menjadi salah satu pemateri di Workshop Literasi Digital yang digelar Jaringan Pegiat Literasi Digital bekerja sama dengan America Corner.

“Mengatasi masalah dalam mengatasi Hoax ada beberapa cara, salah satunya kita dapat mengecek informasi melalui website atau Tools di internet,” terang Ronald Alfredo saat memaparkan materi Melawan Hoaks di American Corner Unpatti, Selasa (7/5/2024).

Sebagai civitas akademisi, harus memiliki wawasan umum dan kemampuan critical thinking yang mumpuni. 

Terutama dalam hal menyaring informasi yang tersebar di sejumlah media, termasuk media sosial; Facebook, Instagram dan lainnya.

Mahasiswa bisa membentengi diri agar tidak menelan informasi yang belum tentu benar adanya dengan mengecek terkait sumber-sumbernya.

Caranya dengan memanfaatkan website atau tools berikut ini;

Baca juga: Gandeng American Corner Unpatti, JAPELIDI Gelar Workshop Literasi Digital tuk Lawan Hoaks

  1. Google Fact Check Explorer Tools
  2. Snopes
  3. Factcheck.org
  4. Politifact
  5. BBC Reality Checks
  6. The Washington Post Fact Checker
  7. AFP Fact Check
  8. Fact Checker by The Conversation
  9. Chatbot Kalimasada dan Liputan 6 Cek Fakta
  10. Aplikasi Hoax Buster Tools

Kata dia, 10 website ini dapat membantu mengecek informasi; dari mencari lokasi, sumber berita, fakta, dan kebenaran dalam suatu berita atau informasi.

"Caranya hanya cuman mencocokan isi informasi dan copy URL dari berita dan tempel dalam 10 website tersebut,“ ujarnya.

Dalam workshop itu, Ronald juga memberikan contoh bagaimana cara meluncur dan menggunakan website tersebut.

Peserta workshop tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Kegiatan workshop dihadiri puluhan mahasiswa Unpatti, yakini mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi. 

LITERASI DIGITAL: Peseta saat mengikuti gerakan Senam Punguin, Selasa (7/5/2024).
LITERASI DIGITAL: Peseta saat mengikuti gerakan Senam Punguin, Selasa (7/5/2024). (TribunAmbon.com)

Anggota JAPELIDI, Sri Astuti menuturkan, pelatihan itu bertujuan agar para mahasiswa di Ambon lebih dapat memahami Literasi Digital itu seperti apa, serta cerdas dalam mengantisipasi mis-informasi atan hoaks dalam menggunakan media digital, terutama media sosial.

"Target kami dalam menjalin kerjasama dengan American Corners untuk melakukan pelatihan Literasi Digital semata-mata yaitu untuk memberikan pencerahan supaya masyarakat tidak mudah panik dengan hal-hal yang provokatif,” tuturnya.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, peserta tampak antusias mengikuti workshop tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved