Ambon Hari Ini
Daftar Harga Dapur di Pasar Mardika, Cabai Rawit dan Bawang Merah Masih Mahal
Berdasarkan penelusuran TribunAmbon.com, terpantau lapak penyediaan cabai rawit sangatlah terbatas.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Harga cabai rawit di pasar Mardika masih mahal, dibandrol Rp. 140 ribu per kilogram, Sabtu (11/4/2026).
- Berdasarkan penelusuran TribunAmbon.com, terpantau lapak penyediaan cabai rawit sangat terbatas, bahkan tak sedikit lapak pedagang kosong dengan stok cabai rawit.
- Tak hanya cabai rawit, bawang merah juga mengalami kenaikan harga dibandrol Rp. 60 ribu dari sebelumnya Rp. 40 ribu.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Harga cabai rawit di pasar Mardika masih mahal, dibandrol Rp. 140 ribu per kilogram, Sabtu (11/4/2026).
Berdasarkan penelusuran TribunAmbon.com, terpantau lapak penyediaan cabai rawit sangat terbatas, bahkan tak sedikit lapak pedagang kosong dengan stok cabai rawit.
Tak hanya cabai rawit, bawang merah juga mengalami kenaikan harga dibandrol Rp. 60 ribu dari sebelumnya Rp. 40 ribu.
Kenaikan harga bahan dapur ini menjadi perhatian bagi pedagang dan pembeli.
Cabai di Kota Ambon rata-rata distribusi dari Masohi, Namlea, Kobisonta, hingga Manado.
Baca juga: Korupsi ADD, DD dan PAD Rp. 1 M di Negeri Tiouw-Malteng, Mantan Pejabat dan 5 Stafnya Dihukum Berat
Baca juga: Buka Muscab PKB, Bupati Fachri Tekankan Kolaborasi dan Dorong Hilirisasi Sagu di SBT
Berikut daftar harga dapur :
- Cabai rawit Rp. 140 ribu per kilogram, per cupa Rp. 15 ribu
- Cabai keriting Rp. 60 ribu, harga ini turun dari sebelumnya Rp. 80 ribu.
- Tomat Rp. 30 ribu, mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp. 20 ribu.
-Lemon Rp. 25 ribu.
- Bawang Merah Rp. 60 ribu naik dari harga sebelumnya Rp. 40 ribu.
-Bawang putih dibandrol Rp. 40 ribu.
Salah seorang pedagang, Lala membenarkan beberapa kanaikan harga bahan dapur tersebut.
Menurutnya, saat ini belum ada pasokan yang masuk, sehingga harga cabai masih berada di kata mahal.
"Cili masih mahal, bawang merah juga naik harga, karena belum ada pasokan yang stabil," ujarnya saat di wawancarai TribunAmbon.com.
Meski ada kenaikan harga, dirinya berharap masyarakat dapat menyesuaikan, dan pemerintah dapat membantu untuk mendatangkan kebutuhan tersebut.
"Semoga ada pemasokan dari luar," tandasnya.(*)
| REPDEM Maluku: Kenaikan BI-Rate dan Harga Pertamax Jangan Jadi Beban Rakyat |
|
|---|
| Aksi Kamisan Ambon Soroti TN Manusela, Masyarakat Adat Dinilai Kehilangan Ruang Hidup |
|
|---|
| Beli Sabu Rp500 Ribu, Pria di Ambon Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara |
|
|---|
| Asmil OSM Ambon Diklaim Milik Warga, Kodam Tegaskan Statusnya Aset Sah Negara |
|
|---|
| Bodewin Wattimena Apresiasi Program Terpujilah Guru dari Telkomsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kriting-rawit.jpg)