Ambon Hari Ini
450 Ton Berhasil Diangkut, DLHP Ambon: Harus Benar Pengelolaan dan Pemilahan Sampah dari Rumah
Kabid DLHP Kota Ambon, Nizar mengungkapkan, volume sampah yang diangkut kali ini sebanyak 450 ton dengan menggunakan 23 truk yang berjalan.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon kembali mengangkut sampah dari kawasan Ahuru, Kota Ambon, Minggu (5/5/2024).
Setelah sebelumnya pada Kamis (4/4/2024), mereka melakukan pengangkutan dari daerah ini sebanyak 150 ton.
Kabid DLHP Kota Ambon, Nizar mengungkapkan, volume sampah yang diangkut kali ini sebanyak 450 ton dengan menggunakan 23 truk yang berjalan.
Hal ini terbilang cukup banyak dibandingkan dengan pengangkutan sebelumnya pada April lalu.
“Selama ini yang terjadi dari tanjakan 200 sampai Ahuru hanyalah penanganan. Tidak ada pengurangan,” kata Nizar.
Dijelaskan, meskipun sampah-sampah ini terus diangkut secara berkala, volume sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) terus bertambah.
“Sampah yang bertambah mengindikasikan perlunya pengurangan sampah secara langsung dari sumbernya, yaitu rumah,” jelas Kabid DLHP Kota Ambon.
Baca juga: Tumpukan Sampah di Kawasan Ahuru - Ambon Mengancam Kebersihan Aliran Sungai
Nizar juga mengungkapkan bahwa pengurangan sampah perlu melibatkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Salah satu contoh kerja sama yang telah dilakukan adalah adanya Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemerintah Negeri Batu Merah dengan Bank Sampah Induk Bumi Lestari Maluku.
“Kerja sama ini, berlaku untuk pembentukan unit bank sampah di beberapa RT/RW yang ada di Negeri Batu Merah, di antaranya adalah Bank Sampah Unit BLM Bameda, Bank Sampah Unit BLM Kahena, Bank Sampah Unit BLM Kampung Pelau, Bank Sampah Unit BLM Louders, Bank Sampah Unit Stain, dan Bank Sampah Unit BLM Mahina Sanusa,” sebutnya.
“Bank-bank sampah ini, kami berharap warga dapat berpartisipasi dalam pengurangan sampah dengan memilah sampah berdasarkan jenis sampahnya,” ungkapnya.
Di antaranya sampah organik (sisa makanan, ranting dedaunan, dll), dan sampah anorganik (kardus, kertas, dll), dibuang ke bank sampah yang ada.
Sedangkan sampah residu (popok bekas, pembalut bekas, dan pecahan kaca), bisa dibuangan langsung ke TPS.
“Jika sampah berhasil dikelola dari sumbernya dengan melakukan pemilahan, maka sampah sedikit teratasi dan bernilai ekonomis, ” tegasnya.
“Hal ini juga perlu adanya keterlibatan Pemerintah Negeri Batu Merah untuk mensosialisasikan ke masyarakat terkait bank sampah yang ada di Batu Merah,” tambahnya.
Diketahui, proses pengangkutan sampah dilakukan mulai pukul 21.30 WIT hingga sekitar 00.30 WIT, yang mengakibatkan penutupan sementara lalu lintas di kawasan tersebut. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.