Budaya Maluku
Bikin Haru, Tarian Hu'ul Kisahkan Perjalanan Warga Mamala dari Pulau Seram
Puluhan pemeran mulai dari usia dewasa hingga anak-anak berlari ke sana ke mari.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pertunjukan Alifuru atau disebut juga Tarian Hu'ul dipentaskan sebelum acara Puncak Pukul Sapu di Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (17/4/2024).
Pantauan TribunAmbon.com sekitar Pukul 17.15 WIT di lapangan Stadion Mini Hatusela Mamala, terlihat puluhan pemeran Atraksi Alifuru memasuki tengah lapangan.
Puluhan pemeran mulai dari usia dewasa hingga anak-anak berlari ke sana ke mari.
Tampak seperti mereka sedang mencari tempat untuk menetap.
Pasalnya, tarian ini merupakan kisah sekelompok warga Negeri Mamala yang pada mulanya berasal dari bumi "Sapa Lewa", Pulau Seram.
Tarian ini biasanya ditampilkan untuk memperingati kisah sejarah perjalanan mereka yang penuh tantangan.
Namun, bertujuan mulia untuk bersatu dengan saudara-saudara mereka yang senasib sepenanggungan di Negeri Mamala.
Dalam penampilan itu, anak-anak hingga bayi pun diikut sertakan.
Baca juga: Ada Tradisi Maa Ziarah 7 Syawal di Negeri Hitu, Raja: Kebaikan Pendahulu Harus Dilestarikan
Baca juga: Ratusan Orang Saksikan Atraksi Budaya Pukul Sapu Negeri Mamala
Hal itu secara jelas menggambarkan situasi saat rombongan tersebut mengembara hingga ke Negeri Mamala.
Saat atraksi berlangsung, mereka menyanyikan lagu dalam bahasa tanah dengan iringan musik berupa tabuhan tifa dan tipuan suling kulibia.
Nyanyian yang dikumandangkan dikuti tangisan membuat suasana berubah haru.
Hingga para penonton hanyut terbawa suasana tersebut.
Pemimpin Atraksi Alifuru, Agil Talakua mengungkapkan atraksi ini menceritakan tentang perjalanan sekelompok Alifuru dari Pulau Seram menuju Negeri Mamala.
"Ini menceritakan tentang perjalanan sekelompok Alifuru yang tadinya berdiam diri di Pulau Seram, atau Tala, Eti, Sapalewa. Awalnya mulanya mereka berdiam diri di Nusa Ina. Kemudian berpencar di Tala, Eti, Sapalewa," ungkapnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Rabu (17/4/2024).
Diceritakan lebih lanjut, saat penduduk Alifuru di Tala, Eti, Sapalewa makin bertambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Huul-Mamala.jpg)