Budaya Maluku
Bikin Haru, Tarian Hu'ul Kisahkan Perjalanan Warga Mamala dari Pulau Seram
Puluhan pemeran mulai dari usia dewasa hingga anak-anak berlari ke sana ke mari.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Mereka kemudian berpencar ke berbagai daerah, salah satunya di Negeri Mamala.
"Setelah itu karena penduduk sudah mulai banyak, maka mereka berpencar lagi. Ada yang lari ke Tanah Hitu kemudian ada pula yang berdiam diri di Desa Mamala," tuturnya.
Talakua mengatakan tarian ini hanya di tampilkan saat perayaan 7 Syawal di Negeri Mamala bersamaan dengan atraksi budaya Pukul Sapu.
"Tarian ini ditampilkan khusus dalam acara Pukul Sapu saja dan mengisahkan perjalanan sekelompok Alifuru saja, tidak ada unsur lainnya," katanya.
Dalam pertunjukan itu para pemeran juga terdiri dari anak-anak hingga bayi dilibatkan.
Hal itu serupa akan kisah sebenarnya dari perjalanan sekelompok Alifuru ke Negeri Mamala.
"Sebetulnya masih kurang anak-anak bayi, namanya orang gunung punya anak tetap ada anak, jadi itu yang kita tunjukkan dalam atraksi atau tarian ini," jelasnya.
Adapun, sebelum tampil mereka berlatih selama seminggu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Huul-Mamala.jpg)