Wisata Maluku
Wisata Sejarah Benteng Duurstede: Spot Foto Instagramable
Benteng yang dibangun pada tahun 1967 oleh Portugis ini tak hanya memvisualisasikan pengalaman akan sejarah perjuangan Kapitan
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
Kemudian, saat hari raya Natal di bulan Desember.
"Paling ramau itu saat hari Pattimura di bulan Mei dan saat liburan Desember menjelang hari raya Natal," ungkapnya.
Benteng Duurstede sudah tak difungsikan lagi sejak 1902.
Tembok Benteng setebal 1,25 meter dan tinggi 5 Meter ini masih utuh.
Hanya saja bekas rumah warga Belanda didalam Benteng sudah tak ada dan tersisa bekas pondasj saja yang rata dengan tanah.
Selain itu masih, ada 3 bangunan yang masih utuh.
Yakni gedung tempat penyimpanan Cengkeh dan Pala Zaman dulu, Penjara bawah tanah dan ruang kantor.
Di bagian Selatan Benteng ada lima buah meriam yang masih tertanam, juga sebuah sumur di bagian depan luar benteng.
Sebelum masuk ke Benteng ada baiknya ada mengunjungi Gedung Diorama yang berada tepat di depan pintu masuk Benteng.
Baca juga: Rencana Bangun Lokasi Wisata Kuliner Malam Gagal, Pedagang Tak Mau Direlokasi
Dalam gedung tersebut anda bisa menyaksikan berbagai ulasan tentang perjuangan Kapitan Pattimura, Thomas Matulessy dan Srikandi Maluku, Christina Martha Tiahahu menentang penjajahan Belanda.
Untuk berkunjung ke Saparua ada beberapa jalur transportasi laut yang bisa digunakan.
Pertama melalui Kapal Ferry penyeberangan dari Pelabuhan Waai menuju Pelabuhan Umeputih.
Kedua menggunakan transportasi kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Haria.
Ketiga anda bisa menggunakan moda transportasi Speedboat dari Pelabuhan Speedboat yang berada di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1142024-Benteng-2.jpg)