Info Kesehatan

Simak 10 Manfaat Buah Kurma, Salah Satunya Jaga Kesehatan Pencernaan di Bulan Ramadan

Kurma adalah salah satu buah yang memiliki ciri khas unik. Meski warnanya cenderung coklat kehitaman, namun rasanya lembut dan manis.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Jenderal Louis
Buah Kurma 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pada umumnya, buah Kurma merupakan buah yang identik dengan bulan Ramadan. Biasanya dijual dalam bentuk kemasan kotak atau secara eceran.

Kurma adalah salah satu buah yang memiliki ciri khas unik. Meski warnanya cenderung coklat kehitaman, namun rasanya lembut dan manis.

Kandungan yang ada di dalam kurma amat beragam. Sebut saja karbohidrat, serat, protein, vitamin B6, besi, magnesium, dan kalium.

Untuk mendapatkan manfaat buah kurma, Anda bisa menikmatinya langsung atau dijadikan minuman, seperti sari kurma.

Dilansir dari lama kesehatan hellosehat.com, berikut 10 manfaat kurma bagi kesehatan :

1. Menjaga kesehatan pencernaan
Kurma merupakan sumber serat makanan yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Tergantung pada varietas dan tahap kematangannya, sekitar 6,4 – 11,5 persen kandungan kurma terdiri dari serat terutama jenis yang tidak larut.

Makanan yang kaya akan jenis serat tidak larut dapat membantu memadatkan feses dan melancarkan pencernaan.

Di sisi lain, kandungan fenolik tinggi dalam buah ini dapat membantu membersihkan usus sehingga berpotensi menurunkan risiko Anda terkena kanker usus.

Tak hanya itu saja, buah kurma dapat menjadi pilihan alami dalam memelihara mukosa lambung ketika Anda menjalankan ibadah puasa.

Kurma memiliki sifat antiradang dan protektif, sehingga menjaga lambung tetap sehat selama Ramadan.

2. Mencegah risiko diabetes
Walaupun rasanya manis, makan buah ini tidak serta-merta langsung meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

Justru, kandungan serat dalam buah nabi ini akan membantu Anda mengurangi risiko diabetes.

Pasalnya, serat tak larut dicerna lebih lambat di dalam perut sehingga membantu tubuh lebih baik mengontrol kadar gula darah.

Penelitian yang diterbitkan oleh Nutrition Journal menunjukkan bahwa buah ini mempunyai indeks glikemik rendah. Buah asal Arab ini tidak langsung melonjakkan kadar gula darah setelah makan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved