Korupsi di Maluku

Jaksa Sebut Eks Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon Dalang Kasus Korupsi SPPD Fiktif

Peranan Fatlolon terungkap dalam sidang beragendakan pembacaan Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus tersebut, di Pengadilan Tipikor pada

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Sidang kasus dugaan korupsi SPPD Fiktif Setda Tanimbar, nama Petrus Fatlolon disebut jadi alasan korupsi, Rabu (13/3/2024) 

Dari total yang diterima PF sekitar Rp. 314 Juta itu sebagian dipakai untuk membiayai kebijakan lainya.

Yakni Rp. 15 juta yang diminta saksi Petrus Fatlolon kepada terdakwa untuk keluarga duka Jusuf Silety yang diserahkan langsung kepada PF di Desa Arma.

Kemudian Rp 50 juta yang diberikan kepada para pendeta Klasis Tanimbar utara pada hari kamis 2020 lalu bertempat di Gereja Syeba Jemaat Larat Kota, yang diserahkan oleh saksi Blendi Souhoka dan diserahkan dalam amplop coklat.

Kemudian saksi Blendi menyerahkan kepada saudara Petrus Fatlolon uang 50 juta tersebut. Kemudian sekitar pukul 16.00 wit masih di gereja Syeba kota larat itu, PF serahkan sejumlah Ro. 25 juta kepada ke 25 pendeta yang hadir melalui saksi Bledi dengan masing masing diisi Rp. 1 juta yang telah dimasukan ke 25 Amplop.

Tak hanya itu, Fatlolon juga memerintahkan terdakwa Ruben untuk menyerahkan Uang sejumlah Rp. 55 juta kepada warga desa ilngei.

Uang itu langsung diserahkan di balai desa yang diberikan langsung kepada saksi Petrus Fatlolon

Selanjutnya uang sejumlah Rp. 13 juta yang diperintahkan saksi Petrus Fatlolon kepada terdakwa yang diserahkan oleh Sopir terdakwa Piter matruty untuk diberika kepada peserta lomba di desa olilit timur.

Atas peran Petrus Fatlolon dalam kasus tersebut, Majelis Hakim meminta Jaksa segera menghadirkannya sebagai saksi pada persidangan berikutnya, Rabu (20/3/2024). (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved