Info Daerah
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Sepa se-Indonesia Tolak Kehadiran PT. IAM, Ini Penegasannya
Menurutnya, keputusan penolakan ini tidak hanya ANSI keputusan PB IPMAS namun penolakan ini sudah melalui koordinasi antara Ipmas dengan seleuruh toko
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Ikatan Pelajar Mahasiswa Sepa (IPMAS) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia menolak PT. Indo Abrasives Mineral (IAM) masuk ke Negeri Sepa, Maluku Tengah.
"Sebelumnya saya tegaskan PB IPMAS telah berkordinasi dengan seluruh ipmas cabang seindonesia dari Jakarta sampa papua Papua Barat. Satu kesimpulannya adalah menolak dengan tegas kehadiran PT IAM di negeri sepa apapun jenis teknisnya," kata Ketua Pengurus Besar (PB-Impas), Kajiti Tuharea kepada Tribun Ambon.com, Jumat (1/12/2023).
Menurutnya, keputusan penolakan ini tidak hanya ANSI keputusan PB IPMAS namun penolakan ini sudah melalui koordinasi antara Ipmas dengan seluruh tokoh pemuda serta tokoh masyarakat Negeri Sepa.
"Hal ini juga sudah kami sampaikan dengan beberapa tokoh pemuda negeri sepa serta beberpa tokoh masyarakat," sebutnya.
Lanjut, koordinasi itu dilakukan sebagai langkah tegas Ipmas bahwa wilayah adat Negeri Sepa tidak boleh lagi menjadi tumbal pembangunan ekonomi yang hanya menguntungkan beberpa pihak dan meninggalkan dampak lingkungan pada masyarakat negeri.
Untuk Ipmas menegaskan jika tanggapan Ipmas ini tidak diindahkan pemerintah negeri maka seluruh pemuda khususnya para mahasiswa akan membuat mosi tidak percaya tidak hanya kepada pemerintah negeri namun juga pemerintah daerah.
"Jika hal ini tidak indahkan denganan baik maka PB IPMAS akan memberikan mosi tidak percaya terhadap pemda (dinas terkait dan pemneg yang mungkin berselingkuh bersama PT. IAM yang berniat memasukan PT ini seara tersktrkur sistematis dan masif," tegasnya.
Baca juga: Tak Perlu Keluar Daerah, RSUP Leimena Kini Layani Pemasangan Ring Jantung dengan BPJS Kesehatan
Baca juga: Pemerintah Negeri Sepa Konfirmasi Empat Lokasi ini Jadi Tambang Pasir Garnet
Ipmas menilai masuknya perusahan penambangan pasir garnet itu hanya akan merusak lingkungan.
"Untuk itu kami menyikapi rencana masuknya PT. IAM di negeri sepa dengan rencana luasan hektar sebesar 996,0 hektare adalah bagian lain yang memperparah potensi kehancuran kungkungan negeri sepa," sebutnya.
Ia juga menyinggung perihal statemen Kepala Pemerintah Negeri (KPN) Sepa beberapa waktu lalu yang mereka nilai seakan memberikan peluang bagi PT. IAM tuk beroperasi di Negeri Sepa.
"Sebagaimana apa yang di sampaikan oleh KPN Sepa kami menilai ada dugaan memberikan peluang yang cukup besar untuk masuknya PT. IAM di negeri Sepa," ungkapnya.
Lebih jauh, Tuharea menyinggung perushaan kayu log yang sejak 2015 silam beroperasi di Negeri tersebut namun sampai hari ini tidak memberikan dampak yang positif bagi pembangunan Negeri sebagaiman iming-imning atau janji manis pihak perusahan sebelum beroperasi.
"Selain itu sama sama kami mengetahui bahwa sebelumnya pada tahun 2015 sampai sekarang telah beroperasi. PT bintag lima makmur yang bergerak di bidang loging dengan luasan hektare 24.550 hektare PT B5m ini sebelumnya masuk di berikan iming-iming kesejahteraan dan sejenisnya namun faktanya hanyalah fatamorgana," singgung Tuharea.
Diteruskan, pasca masuknya PT BLM tejadi kerusakan lingkungan seperti banjir dan peluasan air di beberpa luasan kali yang menyebabkan kebun warga menjadi rusak.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.