Kepemiluan
Soal Isu Politik Dinasti yang Menerpa Prabowo-Gibran, Gerindra Harap Cuma Sementara
Nurhasan mengaku paham bahwa masyarakat kaget ketika Gibran terpilih sebagai cawapres pendamping Prabowo. Akan tetapi, kata dia, hal itu justru menja
JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta, Nurhasan berharap, isu politik dinasti yang menerpa Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu hanya sementara.
Nurhasan mengakui, isu tersebut sangat mempengaruhi elektabilitas Prabowo-Gibran.
"Pasti ada pengaruh itu. Kami dari Gerindra dan KIM (Koalisi Indonesia Maju) berharap (rumor politik dinasti) ini sifatnya hanya temporer," ujar Nurhasan di Jakarta Selatan, Sabtu, (11/11/2023), dikutip dari Tribunews.com.
Nurhasan mengaku paham bahwa masyarakat kaget ketika Gibran terpilih sebagai cawapres pendamping Prabowo.
Akan tetapi, kata dia, hal itu justru menjadi tantangan bagi KIM untuk meyakinkan masyarakat, termasuk masyarakat Jakarta.
"Kalau saya pribadi sih wajar karena memang masyarakat itu kan pasti sesuatu yang baru, yang belum pernah terjadi pasti ada tanggapan-tangggapan miring, tapi seiring berjalannya waktu ini malah jadi kesempatan untuk kita bisa menarik ceruk pemilih pemula bahwa pemuda itu harus dikasih kesempatan," katanya menjelaskan.
Dia optimistis bahwa Prabowo-Gibran akan menang di Jakarta pada kontestasi politik tahun depan.
Untuk itu, KIM akan melawan sejumlah isu yang diarahkan kepada Prabowo-Gibran dengan beberapa gagasan program yang diberikan kepada publik.
"Tinggal ke depan program-program seperti apa yang kita bisa membuat mereka yakin bahwa pemuda ya harus dikasih kesempatan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Rani Mauliani menyebut susunan Tim Kampanye Daerah (TKD) DKI Jakarta untuk pasangan yang diusung oleh KIM itu akan diumumkan minggu depan.
"Insyaallah pekan ini sudah selesai pembahasannya. Kalau besok selesai, minggu depan kita udah punya susunan," kata Rani.
Dia berujar TKD Prabowo-Gibran di Jakarta bakal diisi oleh para pengurus partai politik di DKI.
Hal ini berbeda dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) yang juga diisi oleh tokoh agama hingga pemengaruh atau influencer.
Baca juga: Langgar Etika Politik, PDI-P Tegas Minta Bobby Nasution Mundur Usai Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran
Rani menyebut masing-masing partai yang tergabung dalam KIM sudah menyodorkan nama pengurusnya untuk dimasukkan ke dalam struktur TKD Prabowo-Gibran.
"Kalau TKD, kita hanya susunan DPD dan DPW tiap partai aja. Kalau mungkin di parpolnya ada artisnya ya bisa aja masuk."
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.