KKN Kebangsaan
Unpatti Jadi Kandidat Pelaksanaan KKN Kebangsaan 2024, Ketua LPPM Mohon Doa dan Dukungan
Untuk memenuhi persyaratan itu, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unpatti telah mempresentasikan kajian akademis.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
Dirinya menuturkan bahwa dalam wawancara kajian akademis, salah satu hak yang dipertanyakan ialah jarak lokasi KKN.
Namun, kondisi Kepulauan Maluku harus dilihat dari waktu tempuh ke lokasi penempatan para peserta KKN Kebangsaan.
"Kita menawarkan terkait keterjangkauan dengan transportasi, kalau transportasi udara kan sulit, pastinya menggunakan transportasi laut. Tentu kita akan lihat jadwal kapal-kapal besar milik Pelni," paparnya.
"Dalam wawancara kajian akademis itu saya ditanyakan pak kira-kira itu jaraknya berapa. Saya bilang kalau di Maluku dengan kondisi real seperti ini, kita tidak boleh menggunakan konsep jarak, tapi ditanyakan berapa lama kita tiba di sana? Ya mereka sudah punya informasi terkait keterjangkauan itu," tuturnya.
Selaku Ketua LPPM, Prof.Dr. M. Salakory berharap dukungan dan doa dari seluruh civitas akademika, semoga Unpatti bisa terpilih menjadi tuan rumah KKN Kebangsaan tahun 2024.
"Unpatti dipercayakan toh kan kita belum lolos nih. Semoga tim belmawa dan tim pengembang mereka meloloskan proposal kita dan mempercayakan Unpatti sebagai tuan rumah," harapnya.
Sementara itu, menjadi PR bagi pihak Rektorat untuk mengkonsolidasikan kegiatan ini bersama pemerintah daerah.
"Hanya lagi ya pekerjaan berat kita itu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten/Kota yang menjadi sasaran pelaksanaan itu dan itu kewenangannya ada di Wakil Rektor Bidang IV yang nantinya membuat MOU," tutupnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.