Duh, Harga Beras di Namrole Terus Meroket, Naik sejak Seminggu Terakhir
Harga beras di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan terus melonjak naik hingga tembus Rp 380 ribu per ukuran 25 kilogram.
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Fajrin S Salasiwa
NAMLEA,TRIBUNAMBON.COM - Harga beras di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan terus melonjak naik hingga tembus Rp 380 ribu per ukuran 25 kilogram.
Hal ini terjadi sudah hampir dari sepekan terakhir.
Kenaikan harga sendiri terjadi pada jenis beras merek Melati, 2 Udang, Super Walet dan Ramos serta beras bermerek lainnya.
Selain premium dan medium, kenaikan juga terjadi pada beras lokal Unit Pulau Buru.
Jika sebelumnya beras lokal dipasarkan dengan harga Rp 325 ribu, kini naik menjadi Rp 350 ribu per ukuran 25 kilogram.
Naiknya harga beras ini dipicu stok yang berkurang dan lambannya pasokan dari distributor, terutama Kota Ambon dan Surabaya Jawa Timur.
Yanto, salah satu pedagang Pasar Kai Wait Namrole menuturkan, naiknya harga beras terjadi hampir sepekan terakhir.
Meroketnya harga beras berakibat dari lambannya pasokan petani lokal Unit Namlea ke pasar namrole.
Selain itu, naiknya harga beras premium dan medium juga turut berpengaruh terhadap beras lokal unit.
"Karena pasokannya kurang, makanya harga beras lagi naik," kata Yanto, kepada TribunAmbon, Sabtu (16/9/2023)
Lanjutnya, harga awal beras lokal dipasarkan Rp 325 ribu.
Namun kini naik menjadi Rp 350 ribu, sedangkan perkilonya kini Rp 15 hingga Rp 16 ribu.
Padahal sebelumnya hanya dijual Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu perkilogram.
"Biasanya beras lokal dijual dengan harga Rp13 ribu hingga 14 ribu,Tetapi sudah mulai naik sejak beberapa pekan terakhir," ungkapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Beras-namrole.jpg)