Dugaan Kekerasan Seksual
Polisi Diharapkan Berani Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Bupati Maluku Tenggara
Kepolisian diharapkan berani untuk menyelesaikan secara tuntas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun.
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian diharapkan berani untuk menyelesaikan secara tuntas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun.
Dorongan tersebut datang dari Aktivis Gerak Bersama Perempuan Maluku, Lusi Peilouw saat diwawancarai TribunAmbon.com, Sabtu (2/9/2023).
"Berharap polisi berani mengusut sampai tuntas," kata Peilouw.
Menurutnya, kasus pelecehan seksual harus menjadi salah satu fokus aparat hukum.
Baca juga: Bupati Thaher Hanubun Disebut Ajak Karyawan Kafenya Wik-wik, Langsung Dipecat Setelah Menolak
Apalagi pelecehan yang dilakukan para Pejabat, yang semestinya melayani masyarakat.
Menurut Peilouw, sikap Hanubun tak bermoral, apalagi sebagai pemimpin daerah.
"Bupati tidak punya moral tu," tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan karyawan kafe berinisial TA (21).
Kafe itu diketahui milik Bupati Hanubun yang berlokasi di Jl. Dr Malaiholo, Nusaniwe Kota Ambon.
Laporan resmi telah dimasukan ke SPKT Podla Maluku, Jumat (1/9/2023) dengan nomor laporan TBL/230/IX/2023/MALUKU/SPKT.
Pendamping korban, Othe Patty saat dikonfirmasi TribunAmbon.com membenarkan pelaporan tersebut.
Dijelaskan bahwa pelaporan dugaan pelecehan seksual benar adanya dan informasi terkait pelaporan terhadap Bupati Maluku, Tenggara Thaher Hanubun sudah beredar di publik.
"Iya benar laporan itu, informasinya pun sudah beredar," ujarnya dalam panggilan WhatsApp kepada TribunAmbon.com, Sabtu (2/9/2023).
Dirinya juga membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di Cafe Agniya milik Bupati Malra
"Iya itu berdasarkan informasi dari korban dalam laporan tersebut. Jadi apa yang tertulis itulah pernyataan yang dikeluarkan oleh korban dalam keterangannya," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun yang dikonfirmasi TribunAmbon.com terkait pelaporan tersebut belum memberikan jawaban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/552021-m-thaher-hanubun.jpg)