Curhat Putri MBD

Mantan Putri Parawisata MBD Ini Ngaku Kecewa dengan Dispar, Diundang Jadi Pembicara tapi Tak Dibayar

Lantaran enggan dihubungi, dirinya merasa bahwa pihak Dispar MBD telah berulang kali membuatnya kecewa. Dia pun berinisiatif untuk memberitahukannya

|
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Serly Manuata
Putri Pariwisata MBD 2022, Serly Manuata. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fahroni Slamet

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Putri Pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) 2022, Serly Manuata merasa dikecewakan Dinas Pariwisata (Dispar) setempat.

Hal itu berawal saat dirinya dimandatkan menjadi pembicara bagi para finalis Putri Pariwisata MBD 2023.

"Sebelumnya beta (Saya) ini Putri Pariwisata Kabupaten MBD 2022, dan dalam tahun ini sudah ada putri yang baru, namun dalam proses pemilihan putri yang baru beta dilibatkan sebagai pembicara bagi para finalis kegiatan itu dilakukan 1 hari ditanggal 7 Juni 2023," katanya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui WhatsApp, Rabu (16/8/2023).

Ketika putri yang baru terpilih dan akan bertarung di tingkat provinsi, dia urung mendapatkan bayaran dan bahkan tidak pernah dihubungi.

Sebulan lebih menunggu, Sherly kemudian menghubungi dinas terkait untuk menanyakan perihal honorium itu.

"Setelah putri yang baru ke provinsi, beta hubungi pihak Dispar sampaikan rasa kekecewaan beta, namun pihak Dispar meminta beta untuk menunggu kepala dinas tiba di Tiakur," katanya.

Disayangkan, setelah Kadispar kembali ke Tiakur di awal Agustus, dirinya juga tak kunjung dikabari.

Baca juga: Kanidya Chtistandira Tuhumury Terpilih Jadi Putri Pariwisata Maluku 2023

"Namun setelah seminggu lebih, beta tidak dihubung lagi," lanjutnya.

Lantaran enggan dihubungi, dirinya merasa bahwa Dispar MBD telah berulang kali berbohong.

Dia pun meluapkan kecewanya melalui jejaring sosial Facebook pada 13 Agustus.

Setelah kekecewaanya terunggah, kurang dari 2x24 jam pegawai Dispar menghubunginya dan bahkan datang ke rumah untuk minta menghapus postingan tersebut.

Namun, Sherly bersikeras tidak menghapus postingan tersebut lantaran hanya mengutarakan kekcewaannya setelah berulang kali dibohongi.

"Beta posting keresahan beta di Facebook, nah dipostingan tersebur terkirim, beta dihubungi oleh beberapa pihak untuk dipaksakan menghapus postingan tersebut karena takutnya bisa menggiring opini publik terhadap pejabat daerah, sampai saat ini beta belum hapus karena dalam postingan tersebut tidak menyebukan nama pejabar didalam, beta sebutkan ya Dinas Parawisata," lanjutnya.

Lanjutnya, Sherly mengaku, ini bukan semata soal honorium, melainkan dia tidak ingin orang lain mendapat perlakuan yang sama.

"Beta harap jangan membuat kegiatan kalau tidak ada anggaran, jangan korbankan tenaga, biaya, waktu orang lain untuk kepentingan terkait, semoga kejadian ini tidak terjadi lagi kepada calon-calon generasi muda yang mau berkembang melalui ajang ini," tandasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved