Serunya Rebutan Makanan Tradisional Pali-pali Dalam Tradisi Matati Meten Negeri Kailolo
Sejumlah warga Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) saling berebut membeli makanan tradisional pali-pali di dalam
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Warga Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) saling berebut membeli makanan tradisional pali-pali di dalam gelaran tradisi Matati Meten.
Salah satu tokoh Negeri Kailolo, Mukti Marasabessy menjelaskan, hal itu sudah termasuk dalam rangkaian acara usai peresmian suatu rumah pusaka di negeri yang juga dikenal denan julukan Sahapory itu.
Dimana, sebelum berebutan makanan tradisional yang berbahan dasar beras itu, ada prosesi pembacaan doa ke makanan-makanan atau yang disebut Ahaun Guru yang digelar terlebih dulu.
“Jadi ini semua masuk dalam rangkaian acara peresmian rumah pusaka. Ada pembacaan doa ke makanan-makanan baru kemudian disantap ramai-ramai sembari pembagian pali-pali dan pisang itu,” kata Marasabessy kepada TribunAmbon.com, Minggu (25/6/2023) malam.

Baca juga: Tiga Kali Renovasi, Rumah Pusaka Marasabessy Upu Pattipoho di Negeri Kailolo Akhirnya Diresmikan
Dijelaskan, tidak ada patokan harga untuk membeli makanan tradisional itu.
Warga boleh memberikan uang sesuka hati sebagai sarat, lalu boleh mengambil pali-pali sepuasnya.
“Jadi tidak ada patokan harga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Matati Meten ini adalah rangkaian tradisi yang digelar saat peresmian rumah pusaka tiap-tiap marga di Negeri Kailolo.
Termasuk rumah pusaka Marasabessy Upu Pattipoho yang baru diresmikan, Minggu (25/6/2023) pagi.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, sejumlah warga ini sudah mulai berdesak-desakan untuk membeli pali-pali.
Bahkan, sesekali ada aksi saling dorong antara warga dan juga ibu-ibu penjaga makanan itu dan itu yang menjadi keseruan dalam gelaran Matati Meten ini.
Kejati Undur Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih di Kailolo dan Pelauw, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Penyelidikan Proyek Air Bersih di Negeri Kailolo dan Pelauw Senilai Rp 12,4 M Kembali Diundur |
![]() |
---|
Sambangi Negeri Kailolo, Hendrik Lewerissa Pastikan Proses Hukum Berjalan |
![]() |
---|
Tradisi Matati Meten jadi Momen Perkenalan Tarian dan Pakaian Adat Tiap-tiap Marga di Negeri Kailolo |
![]() |
---|
Dilantik jadi Raja, Ali Ohorella Siap Perangi Peredaran Narkoba di Kailolo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.