Minggu, 17 Mei 2026

Murad Dipecat PDIP

Momen Pemecatan Murad Bertepatan Tanggal Pelantikannya sebagai Gubernur Maluku

Tanggal pemecatan Murad bertepatan momen lima tahun setelah dia dilantik menjadi Gubernur Maluku, 28 April 2019 silam.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Adjeng Hatalea
Pemprov Maluku
Gubernur Maluku, Murad Ismail 

PAN berada dibawah PKS dan Hanura (masing-masing 5), Demokrat (4), Nasdem dan PPP (masing-masing 3), PPP dan Perindo (masing-masing 2).

Baca juga: Kediaman Murad Ismail Sepi Pasca Dipecat PDIP: Ada Mobil Sekda Parkir Depan Rumah

"Murad tidak ditegus tapi dipecat bukan mundur," kata Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPD PDI Perjuangan Maluku, Hendrik Sahureka, kepada wartawan, kemarin.

Murad dipecat dalam sidang Mahkamah Partai di Jakarta.

Sidang dipimpin Ketua Bidang Idielogi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Siaful Hidayat, dan Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi Sukur Nababan.

Pada pemeriksaan itu juga hadir diantarannya, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku Benhur Watubun, beberapa ketua, fungsionaris, legislator fraksi dan 11 Ketua DPC PDIP di Maluku.

Di Ambon, Kamis (4/5/2023), DPD PDI Perjuangan menggelar rapat khusus, menindaklanjuti keputusan DPP PDIP, akhir pekan lalu.

Rapat ini konon membahas usulan nama pengganti Murad. 

Untuk jalankan roda organisasi di masa pendaftaran caleg Pemilu 2024, Ketua Umum DPP PDIP Mwgawati Soekarnoputri, akan menunjuk Plt Ketua DPD PDIP Maluku.

Murad dipecat karena melanggar Klausul 025 aturan partai. Klausul di AD-ART partai itu berisi, melarang keluarga inti, istri dan anak elite partai, untuk berada di partai lain.

Tiga pekan lalu, istri Murad Ismail, Widya Pratiwi, mendeklarasikan diri bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN).

Widya tak diakomodir sebagai calon "jadi" legislatif DPR-RI pada sebuah forum rapat konsolidasi penyusunan caleg PDIP di Hotel Pacific Ambon, Kamis ( 27/Maret/2023), awal Ramadan 1444 H lalu.

Konon dari tak diakomodirnya sang istri inilah, Murad mendaftarkan istri sebagai caleg PAN.

Bukan hanya itu, lima loyalis Murad di kepengurusan DPD PDIP Maluku, juga meninggalkan Partai Banteng Moncong Putih dan berlabuh di PAN.

Kelima loyalis itu adalah lSharon Usmany (Wakil Ketua PDIP Maluku), Nita Bin Umar (istri Sekprov Maluku Sadli Iei, John Lawalata (Ketua PAC Nusaniwe) dan dua caleg PDIP Mustafa Kamal dan Ibrahim Ruhussa.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved