Pemilu 2024
Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Maluku Ingatkan Parpol dan Bacaleg Jaga Etika Politik
Ketua Bawaslu Maluku, Subair ingatkan partai politik dan bacaleg perseorangan untuk mengedepankan nilai-nilai etika berpolitik.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Bawaslu Maluku, Subair ingatkan partai politik dan bacaleg perseorangan untuk mengedepankan nilai-nilai etika berpolitik dalam mensosilisasikan diri menjelang Pemilu 2024.
"Soal mengkampanyekan diri, saya ingatkan untuk jangan dulu lah. Kedepankan itu nilai-nilai etika berpolitik," kata Subair, Kamis (4/5/2023).
Menurutnya, sampai hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan siapa-siapa saja Calon Anggota Legislatif (Caleg) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Sekarang, masih pada sebatas bacaleg saja.
Baca juga: Antisipasi Sengketa Pemilu, Bawaslu Maluku Minta KPU Pastikan Peserta Pemilu Bisa Mengakses Silon
Baca juga: Bawaslu Maluku Kawal Pemilu 2024, Pantau Proses Parpol Antar Berkas ke KPU
Tentu, dengan mensosialisasikan diri baik dengan berkampanye secara tidak langsung di tempat ibadah dan ruang terbuka lain, atau dengan memasang spanduk di tempat umum, itu sudah menjadi sebuah pelanggaran.
"Dikhawatirkan untuk menjatuhkan si A atau si B, lalu ada Bacaleg yang kemudian menyampaikan ini itu yang merujuk ke isu sara, kekerasan, kebencian dan lainnya. Itu kami tidak mau terjadi," ujarnya.
Dikatakan, Bawaslu sebagai lembaga pengawasan pelaksanaan Pemilu, tentu akan mengawasi betul perihal masalah ini.
Sebab dari adanya sosialisasi baik secara langsung ataupun dengan memasang sebuah spanduk, itu bisa saja diterjemahkan berbeda oleh masing-masing orang.
"Kita pernah mintakan ke KPU Maluku per November 2022 kemarin untuk membuat regulasi khusus terkait kampenye diluar jadwal, tapi sampai sekarang kan belum dibuat. Makanya kami imbau soal ini," paparnya.
Subair juga meminta publik untuk pintar-pintar dalam melihat sosialisasi diri yang dilakukan oleh Bacaleg atau Parpol tertentu.
"Sebab dalam sosialisasi ini, ada yang beretika tapi ada juga yang tidak beretika. Prinsipnya, kita akan awasi semuanya," tandas Subair.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1312023-Subai.jpg)