Tradisi Pukul Sapu
Menara Masjid Seketika Jadi Kursi VIP Tradisi Pukul Sapu Negeri Mamala
Resiko seperti bukan masalah, menara yang cukup tinggi dengan lebar anak tangga kurang dari 30 cm pun dinaiki.
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fahroni Slamet
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tak mau ketinggalan menyaksikan atraski Pukul Sapu di Negeri (Desa) Mamala, Maluku Tengah (Malteng) sejumlah warga memanjat menara masjid, Sabtu (29/04/2023).
Resiko seperti bukan masalah, menara yang cukup tinggi dengan lebar anak tangga kurang dari 30 cm pun dinaiki.
Mereka berhenti di titik yang dirasa cukup, kemudian memantapkan pijakan dan pegangan untuk memastikan keamanan.
Kursi VIP ala penonton pun siap.
Baca juga: Minyak Mamala Tak Bisa Diperjualbelikan, Ini yang Terjadi Jika Ketahuan
Pukul 16.00 WIT rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari tarian pembuka Manuhua hingga pecutan terakhir sapu lidi ke badan pemain mereka saksikan tanpa beranjak.
Begitu pun di Tribun penonton hingga pagar Masjid juga dipadati pengunjung.
Meski berdesak-desakan, mereka sangat antusias menyaksikan tradisi tahunan itu.
Respi Leba, salah satu warga kelahiran Maumere Nusa Tenggara Timur ini mengaku senang bisa melihat langsung adu ketahanan fisik itu secara langsung.
"Sebelumnya lihat di youtube, sekarang langsung," ujarnya.
Menurutnya, tidak hanya Pukul Sapu, keseluruhan kegiatan pun sangat menarik.
"Saya juga sangat terkesima dengan drama huul itu," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/menara-masjid-mamala-12.jpg)