Info Daerah
Produksi Pisang Abaka Tak Berdampak Negatif Terhadap Lingkungan
Pasalnya mulai tahapan pembibitan, rawat, tanam, panen hingga pengolahan hanya memanfaatkan bahan alami. Bahan dari alam pun didapatkan dari lingkung
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Rahmat Tutupoho
PIRU, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Perkebunan (Head Of Plantation) PT. Spice Island Maluku, Abd Gafar Hadi memastikan produksi Pisang Abaka tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.
Pasalnya mulai tahapan pembibitan, rawat, tanam, panen hingga pengolahan hanya memanfaatkan bahan alami.
Bahan dari alam pun didapatkan dari lingkungan sekitar.
"Beta (saya) pikir tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan. Karena limbah produksi diurai kembali jadi kompos," tegasnya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com di ruangannya, Sabtu (25/3/2023).
Dijelaskan, Pisang Abaka berbeda dari perkebunan sawit yang memiliki limbah dalam jumlah besar, dan lokasi penanganan sisa produksi pun disediakan jauh-jauh hari.
Baca juga: Pelajari Pisang Abaka, Puluhan Siswa SD Negeri 39 Ambon Kunjungi PT. Spice Island Maluku
Limbah produksi Abaka hanyalah air, serat sisa, dan dedaunan yang tidak terpakai, seluruhnya bakal diolah lagi menjadi pupuk atau kompos.
"Tiga septic tank ukuran 1x1 untuk air sisa produksi dan lokasi pengolahan kompos ada di samping pabrik. Perlu diketahui, beda Abaka sama sawit," sambungnya.
Untuk itu, PT. Spice Island Maluku tak menutup diri apabila ada pihak lain yang ingin datang mempelajari terkait manfaat pisang Abaka.
"Instansi apapun yang membutuhkan pengetahuan tentang Abaka, silakan koordinasi, masukan surat supaya prosedur terpenuhi dan datang k e sini," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/PT-Spice-Island-Maluku-Head.jpg)