Senin, 20 April 2026

Bodewin Wattimena Diminta Segera Ganti Penjabat Negeri Naku, Ini Alasannya

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar meminta Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena segera mengganti Penjabat Negeri Naku.

Mesya
Rapat Komisi I DPRD Kota Ambon terkait proses percepatan pelantikan raja Negeri Naku, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) Kota Ambon dengan mengundang tim percepatan pelantikan raja Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan juga saniri serta puluhan warga Negeri Naku, Kamis (9/2/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar meminta Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena segera mengganti Penjabat Negeri Naku, Paulus B. Anakotta.

Permintaan itu disampaikan dalam rapat Komisi I DPRD Kota Ambon terkait proses percepatan pelantikan raja Negeri Naku, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) Kota Ambon dengan mengundang tim percepatan pelantikan raja Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan juga saniri serta puluhan warga Negeri Naku.

"Sudah dua tahun pak Paulus menjabat sebagai Penjabat Negeri Naku. Tapi nyatanya, tugas untuk mengangkat raja definitif tidak pernah terjawab. Saya minta yang bersangkutan harus diganti," kata Patrick Moenandar dalam rapat, Kamis (9/2/2023).

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Ambon, Julius Joel Toisutta.

Politisi Partai Demokrat itu menyatakan, sudah dua tahun Anakotta menjabat sebagai Penjabat Negeri Naku, tapi Pemkot Ambon tidak pernah mengevaluasi yang bersangkutan.

"Tidak pernah ada evaluasi terhadap kinerjanya pak Anakotta. Saya harap komisi bisa merekomendasikan untuk pak Anakotta diganti," ucapnya.

Dikatakan, informasi yang diperolah dari masyarakat setempat, ada sejumlah program milik Penjabat Anakotta di Negeri Naku yang tidak berhasil dilanjutkan.

Misalnya pengerjaan jalan setapak.

Baca juga: Buntut Pemilihan Raja, Warga Naku Nyaris Ricuh di Gedung DPRD Ambon

Material pasir maupun batu sudah diturunkan dilokasi akan dikerjakan setepak, tapi sampai saat ini, pengerjaan tak pernah dilakukan.

"Masyarakat merindukan kehadiran raja definitif. Harusnya Penjabat diganti dengan yang lain sehingga yang baru bisa mengupayakan lahirnya raja," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved