Sabtu, 11 April 2026

Ambon Terkini

Buntut Pemilihan Raja, Warga Naku Nyaris Ricuh di Gedung DPRD Ambon

Selain itu, warga juga tidak terima dengan perkataan Ketua Tim Percepatan Pelantikan Raja Kota Ambon, Pieter Saimima yang mengatakan bahwa Naku bukanl

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Mesya Marasabessy
MALUKU: Puluhan warga Negeri Naku ribut dan nyaris ricuh di Gedung DPRD Ambon, Kamis (9/2/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan warga Negeri Naku, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), Kota Ambon ribut dan nyaris ricuh di gedung DPRD Kota Ambon, Kamis (9/2/2023).

Keributan itu lantaran sebagian warga tidak terima dengan penunjukan Zadrak Gasperzs sebagai Kepala Pemerintahan (Raja) Negeri Naku.

Selain itu, warga juga tidak terima dengan perkataan Ketua Tim Percepatan Pelantikan Raja Kota Ambon, Pieter Saimima yang mengatakan bahwa Naku bukanlah satu dari puluhan desa adat di Kota Ambon.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, keributan terjadi pasca rapat antara warga Naku, tim percepatan pelantikan raja Kota Ambon dan Komisi I DPRD Ambon di ruang paripurna DPRD Ambon.

Ketika keluar dari dalam ruangan rapat, satu dari puluhan warga mengikuti kepala mata rumah parentah Y. Gasperzs yang dinilai berbohong soal turunan mata rumah parentah di Naku.

Aksi saling dorong pun tak dapat terhindarkan.

Melihat kepala mata rumah parentah didorong warga lain, rekan Y. Gasperzs lalu mencoba melerai.

Baca juga: Bodewin Wattimena Sebut Festival Makan Durian Negeri Naku Ambon Jadi Momen Pengembangan Pariwisata

Namun, sejumlah warga kemudian mengikuti rekan dari Y. Gasperzs tersebut.

Hanya saja, beberapa warga terus berupaya untuk mendinginkan suasana dengan memasukan rekan Gasperzs ke dalam mobil.

Sementara itu, Kepala Soa Patty Negeri Naku, Charles de Fretes mengaku, keberatan dengan apa yang diucapkan Pieter Saimima soal Naku tidak terdaftar sebagai salah satu negeri adat.

"Dalam perda kan mengatur soal 22 negeri adat Kota Ambon. Lantas kalo Naku tidak termasuk, pemerintah harus bertanggungjawab," ucapnya.

Tak hanya soal pernyataan Saimima, Charles juga mengaku tidak terima jika Zardak Gasperzs dilantik sebagai Raja Negeri Naku.

"Kalau pak Piet ngomong proses raja di Naku sudah 95 persen, itu kata yang bersangkutan. Tapi kami warga menganggap hanya baru 30 persen. Ada proses yng tidak sesuai dengan tatanan ada di Negeri Naku," cetusnya.

Dia mengancam, jika Pemkot Ambon bersikeras untuk melantik Zardak Gasperzs sebagai raja Naku, maka dirinya akan memimpin warga untuk memboikot baileo atau rumah adat negeri Naku.

"Jangan otak-atik adat di negeri kami. Kalau mau tetap paksakan, kami akan boikot baileo," tukasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved