Selasa, 14 April 2026

Bentrok di Tual

Polda Maluku Minta Warga Tual Junjung Tinggi Nilai Adat: Saling Menghormati, Bukan Bermusuhan

Polda Maluku mengimbau masyarakat di Kota Tual, khususnya warga yang terlibat bentrokan, menahan diri dan tidak terprovokasi.

Adjeng Hatalea
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat. 

TRIBUNAMBON.COM -- Polda Maluku mengimbau masyarakat di Kota Tual, khususnya warga yang terlibat bentrokan, menahan diri dan tidak terprovokasi dengan berbagai isu menyesatkan yang sengaja dikembangkan pihak tidak bertanggung jawab.

“Kami mengimbau kepada masyarakat di sana agar dapat menahan diri dan jangan mudah terprovokasi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol MUhamad Roem Ohoirat di Ambon, Rabu (1/2/2023).

Roem mengingatkan, warga tak melakukan tindakan kekerasan agar bentrokan tak meluas. Roem menegaskan, bentrokan itu sedang ditangani pihak keamanan.

Ia meminta masyarakat percaya kepada pihak keamanan yang menangani masalah tersebut.

“Kemudian agar kasus ini tidak membesar agar biarlah memberikan kepercayaan penanganannya kepada aparat untuk menindak pihak-pihak yang terlibat bentrok jadi jangan lagi terprovokasi atau dibohongi dan digiring ke kelompok desa, suku apalagi agama,” katanya.

Baca juga: Polda Maluku Ungkap Kronologi Bentrok di Tual, 7 Orang Jadi Tersangka 

Roem yang juga berasal dari Kota Tual, Maluku Tenggara, ini mengatakan warga Tual dan masyarakat Kei pada umumnya sangat menjunjung tinggi adat istiadat.

Dengan tatanan adat itu, seharusnya warga dapat hidup saling menghargai dan menghormati, bukan malah bermusuhan.

“Apalagi masyarat Tual, masyarakat Kei itu sangat dikenal dengan masyarakat yang kental dengan adat istiadat dan persaudaraan, ada di sana itu hukum Larvul Ngabal ada juga semboyan-semboyan persaudaraan seperti Fuut Ain Mehe Ngifun Manut Ain Mehe Nii Tilur mari kita jadikan pesan leluhur ini sebagai pegangan hidup sehingga tidak terprovokasi lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, dua kelompok warga di Kota Tual, Maluku terlibat bentrokan pada Selasa malam (31/1/2023) hingga Rabu (1/2/2023).

Bentrokan kedua kelompok itu pecah setelah seorang warga yang diketahui berinisial SB (59) terkena anak panah di bagian kepala saat sedang duduk bersama sejumlah rekannya di sebuah pangkalan ojek tak jauh dari kantor wali kota Tual pada pukul 22.00 WIT.

Diduga korban dipanah oleh seseorang yang berboncengan dengan sepeda motor yang melintas di lokasi kejadian.

Saat itu teman-teman korban sempat mengejar terduga pelaku namun motor yang dikejar itu lolos dan berhenti di salah satu kawasan.

Akibat kejadian itu, kerabat korban yang marah langsung melakukan penyerangan ke salah satu kelompok warga hingga terjadilah bentrokan tersebut.

Selain menyebabkan 13 orang terluka, bentrokan itu juga menyebabkan sejumlah rumah warga dibakar massa. 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved