Breaking News:

Lembur Karyawan J&T

J&T Ekspress Maluku Bantah Tudingan Tak Pernah Bayar Upah Lembur Karyawan

Dijelaskan, pembayaran upah lembur perusahaan kepada karyawan tentu ada mekanismenya yang juga telah diatur dalam peraturan Perundang-undangan

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Courtesy / JNT Express Maluku
ILUSTRASI: JNT 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Staff Legal J&T Express Maluku, Reylale E. Solissa membantah tudingan terkait tidak pernah membayar upah lembur karyawan.

Hal itu disampaikan menyusul aduan salah seorang karyawan J&T Ekspress Ambon, Kurnia Yahya Tuhepaly di DPRD pembayaran upah lembur.

“Terkait yang disampaikan bahwa manajemen J&T Ekspress Maluku tidak membayar upah lembur karyawan adalah hal yang tidak benar,” kata Solissa kepada TribunAmbon.com, Jumat (20/1/2023).

Dijelaskan, pembayaran upah lembur perusahaan kepada karyawan tentu ada mekanismenya yang juga telah diatur dalam peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan, baik dalam UU No. 11 Tahun 2020, UU. 13 Tahun 2003, PP No. 35 Tahun 2021, maupun PP. 36 Tahun 2021.

Dan salah satu prasyarat diberikannya upah lembur adalah berdasarkan adanya perintah dari atasan secara langsung.

Hal ini dimaksud agar perusahaan dalam memberikan upah lembur kepada karyawan yang memang benar-benar bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutukan waktu lembur untuk diselesaikan.

Baca juga: Tuhepaly Bongkar Kejahatan Manajemen J&T Express Ambon di DPRD

Kemudian hal ini juga dimaksud untuk menghindari jangan sampai ada karyawan yang tidak bekerja lembur tapi sengaja pulang melewati jam kerja dan ngotot bahwa ia bekerja lembur.

“Bisa di cek di J&T Express sendiri jika ada karyawan yang bekerja lembur wajib mengisi Form Perintah Lembur dan setelah di Approve akan di bayarkan lemburnya. Sehingga, jika pihak J&T Express tidak membayar upah lemburnya perlu dipertanyakan juga ke yang bersangkutan bahwa upah lembur mana yang belum dibayarkan? Lalu kapan yang bersangkutan bekerja lembur? ada nggak perintah lembur dari atasannya?,” cetusnya.

Selain upah lembur, Solissa juga menjelaskan terkait pemotongan Rp 50ribu dari gaji jika 1 menit terlambat masuk kerja.

Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan.

“Sebagai karyawan kita mengikuti aturan perusahaan dan hal ini dibuat semata-mata juga untuk memacu karyawan untuk tidak datang terlambat bekerja karena jika selama 1 bulan karyawan masuk tanpa alpa, terlambat karyawan akan di berikan bonus absen juga,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved