Gempa Guncang Maluku
Warga Watuwey - MBD Mengungsi Ke Welora Pasca Gempa 7,5 Magnitudo
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Ismail Usemahu seluruh warg Desa berjumlah kurang lebih
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Warga Desa Watuwey, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengungsi ke Gunung Welora, pasca gempa 7,5 magnitudo, Senin (10/1/2023).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Ismail Usemahu seluruh warg Desa berjumlah kurang lebih 400 jiwa mengungsi ke dataran tinggi tersebut.
"Titik pengungsian misalnya kalau yang kami dapat di MBD di desa Watuwey, itu mereka satu desa kurang lebih 400 jiwa itu mengungsi ke Gunung Welora, itu yang kami dapat," kata Usemahu usai pengantaran bantuan sosial kepada warga terdampak gempa di Pelabuhan Yos Sudarso.
Lanjutnya, dirinya baru mengetahui hal itu usai mengkonfirmasi Kepala Desa Watuwey.
Sementara untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pihaknya masih mencoba menghubungi Pemda setempat.
"Kami juga akan berkoordinasi terkait lokasi-lokasi pengungsian yang lain. Kalau ini kami langsung kontak, kebetulan dengan kepala desa. KKT belum, kami masih koordinasi," jelasnya.
Sementara itu, Usemahu memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa 7,5 Magnitudo itu.
Baca juga: Makin Parah, Ruas Jalan Gunung Malintang Kota Ambon Dihimpit Sampah dan Jalan Rusak
Baca juga: Fenomena Pulau Timbul Pasca Gempa Magnitudo 7.5 di Tanimbar, Kapolres: Awalnya Ada Dalam Laut
“Sampai sekarang kita koordinasi belum ada laporan korban jiwa dari kejadian itu, untuk satu meninggal bukan karena gempa,” tambahnya.
Sementara korban luka ada 1.
Dijelaskan, ada enam wilayah di Maluku yang terdampak dari gempa tersebut.
Diantaranya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku Barat Daya (MBD), Kepulauan Aru, Tual, Seram Bagian Barat (SBB), dan Kota Ambon.
“Untuk yang paling parah memang ada MBD dan KKT,” ujar Usemahu.
Sementara data kerusakan per pukul 17.00 WIT yakni untuk KKT sebanyak 80 gedung rusak ringan, rusak sedang sebanyak 4 gedung, dan Rusak Berat sebanyak 8 gedung bangunan.
Sedangkan di Kabupaten MBD, terdata 23 gedung rusak ringan, dan 9 gedung rusak berat.
"Nanti akan di-update sesuai dengan hasil koordinasi OPD terkait di kabupaten," tambahnya.
Diberitakan, sebanyak tujuh kali Gempa susulan getarkan Kabupaten Maluku Barat Daya dan sekitarnya, pasca terjadinya gempa Magnitudo 7,5 pada pukul 02:47 WIT
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang Ambon menyebutkan, gempa yang berpusat di laut tersebut, berpotensi memicu terjadinya tsunami.
Namun tiga jam berselang setelah gempa, BMKG sudah mengumumkan potensi tsunami itu telah berkahir.
"Iya pasca gempa yang terjadi yang menguncang Maluku Tenggara Barat sejauh sudah ada 7 gempa susulan," ucap Koordinator bidang data dan Informasi BMKG Maluku, Lutfi Pary kepada TribunAmbon.com, Selasa (10/1/2023).
Di rincikan tujuh gempa susulan tersebut yang pertama berkekuatan Magnitudo 5,7 terjadi di timur laut tepa-MBD dan Saumlaki Kepualauan Tanimbar sekitar pukul 03.09 WIT.
Ke dua, berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi di timur laut tepa-MBD dan Saumlaki Kepualauan Tanimbar, pukul 03.43 WIT.
Ke tiga, berkekuatan magnitudo 4,5 terjadi di timur laut tepa-MBD dan Saumlaki Kepualauan Tanimbar, pukul 04.17 WIT.
Ke empat berkekuatan magnitudo 4,1 terjadi di timur laut tepa-MBD dan Saumlaki Kepualauan Tanimbar sekitar pukul 04.41 WIT
Ke lima berkekuatan magnitudo 4,2 terjadi di timur larat Kepulauan Tanimbar dan timur laut Saumlaki Kepualauan Tanimbar, pukul 05.06 WIT
Ke enam berkekuatan magnitudo 4,6 terjadi di timur laut tepa-MBD dan Saumlaki Kepualauan Tanimbar, pukul 07.20 WIT.
Ke enam berkekuatan magnitudo 3,8 terjadi di timur laut tepa-MBD dan Saumlaki Kepualauan Tanimbar pukul 08,50 WIT.
"Iya gempanya masih terus terjadi tapi sejauh ini sudah semakin menurun kekuatan gempanya," terangnya.
Meski begitu masyarakat Di Maluku Barat Daya Dan sekitarnya yang menjadi titik pusat gempa harus tetap waspada.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.