Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Jawaban Mahfud MD soal Video Viral yang Menyeret Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santoso

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menanggapi video viral yang diduga Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santoso.

Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
ISTIMEWA
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menanggapi terkait video viral yang diduga Ketua Majelis Hakim perkara pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Wahyu Imam Santoso. 

TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menanggapi video viral yang diduga Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santoso.

Pada video yang beredar tersebut pria diduga Hakim Wahyu berbicara soal perkara Sambo kepada seseorang.

Video viral itu lantas mendapatkan respons dari sejumlah pihak, termasuk Mahfud MD.. 

Melalui unggahan di akun Instagramnya, Mahfud menduga video tersebut bagian dari upaya untuk menteror hakim agar tak berani menjatuhkan vonis yang berat terhadap terdakwa Ferdy Sambo.

Logikanya, lanjut dia, teror tersebut ditujukan agar hakim ragu memvonis Sambo karena khawatir vonisnya dinilai sebagai hasil konspirasi karena sama dengan video yang telah viral sebelumnya.

Ia mengaku sering mendapat teror serupa saat menjadi hakim Mahkamah Konstitusi dulu.

Mahfud mengatakan ia pernah mengalaminya ketika mengadili perkara Pilkada Gubernur Maluku Utara yang digugat oleh Gafur.

Tiga hari sebelum vonis, lanjut dia beredar berita bahwa Ketua MK Mahfud MD sudah dipanggil oleh Presiden SBY agar gugatan Gafur dikalahkan. 

Ia pun tahu bahwa teror tersebut ditujukan agar dirinya tak berani mengalahkan Gafur. 

Namun demikian, ketika itu ia tak peduli karena memang tak pernah bicara perkara apa pun dengan Presiden SBY dan Gafur tetap kalah di MK.

Untuk itu, menurutnya video tersebut harus diselidiki.

Terkini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membantah video yang diduga Hakim Wahyu Imam Santoso sedang curhat membocorkan kasus Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J kepada seorang wanita.

Pejabat Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Djuyamto mengatakan narasi yang menyatakan bahwa Hakim Wahyu membocorkan kasus Sambo dinilai tidak benar.

Hal tersebut, kata dia, hanya framing dari penyebar video.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved