Breaking News:

Ambon Hari Ini

Angka Stunting di Ambon Turun, Kini Tersisa 510 Kasus Saja

Angka stunting di Kota Ambon terus menurun. Saat ini jumlah angka stunting di Ambon tersisa 510 kasus.

(Shutterstock/Pizza Stereo)
Ilustrasi stunting. Angka Stunting di Ambon Turun, Kini Tersisa 510 Kasus Saja 

TRIBUNAMBON.COM -- Angka stunting di Kota Ambon terus menurun.

Saat ini jumlah angka stunting di Ambon tersisa 510 kasus.

Ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang sebanyak 600 kasus.

Hal itu disampaikan oleh Pj Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (21/12/2022).

Katanya, penurunan itu berkat beragam program intervensi yang dilakukan.

Anak-anak stunting yang utamanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi.

“Upaya yang dilakukan Pemkot membuahkan hasil karena kini menurun jadi 510 anak penderita stunting di kota Ambon,” kata Bodewin.

Baca juga: Bodewin Wattimena Ajak ASN Jadi Orang Tua Asuh Penderita Stunting di Ambon

Ia mengungkapkan pemkot Ambon selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah meningkatnya stunting pada anak di kota Ambon.

Berbagai langkah pencegahan yang telah dilakukan mulai dari sosialisasi, pembinaan dan bimbingan kepada keluarga khususnya para ibu rumah tangga.

Menurut Bodewin pembinaan dan bimbingan kepada keluarga selama ini menjadi fokus pemkot Ambon dalam menekan angka stunting di kota Ambon.

“Peran keluarga sangat penting, teristimewa ibu-ibu karena tanggung jawab merawat dan memelihara bayi bukan saja setelah dilahirkan tetapi sejak masih dalam kandungan bahkan 1.000 hari pertama kehidupan bayi,” ungkapnya.

Terkait penanganan stunting di kota Ambon, Pemkot Ambon juga melakukan upaya pencegahan melalui bimbingan teknis penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga pada Selasa (20/12/2022).

Menurut Bodewin masalah stunting ini telah menjadi isu strategis bukan hanya di Maluku namun telah menjadi isu nasional.

Sehingga Presiden Joko Widodo telah pun telah menginstruksikan pemangku kepentingan hingga ke daerah agar penanganan masalah tersebut dapat ditangani dengan kebiajkan trategis.

“Olehnya itu dalam berbagai kesempatan saya katakana bahwa pencegahan dan penurunan stunting focus pada pembinaan keluarga, karena keluarga yang dapat membantu kita menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Sementara duta Perangi Stunting (Parenting) Maluku Widya Murad Ismail mengakui kemiskinan merupakan salah satu penyebab utama stunting.

Menurutnya lewat bimtek penguatan keluarga stunting pemberdayaan ekonomi akan menjadi salah satu upaya dalam menurunkan stunting di kota Ambon.

“Mengapa ada stunting, penyebabnya karena faktor ekonomi di mana banyak keluarga miskin,” katanya.

Ia berharap lewat bimtek yang dilakukan keluarga miskin dapat diberikan semangat dan pengetahuan untuk meningkatkan taraf kehidupannya agar masalah stunting yang berakar dari kemiskinan dapat ditekan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved