Breaking News:

Emas Gunung Botak

Dua Penambang Illegal di Gunung Botak Ditangkap Polisi

Penangkapan kedua pelaku tersebut, setelah penyidik mengecek dan mengumpulkan bukti langsung di jalur H desa Wamsait, Kecamatan Waylata, Kabupaten Bur

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Alfin
MALUKU: Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat bersama kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus, Kompol Andi Zulkifli saat memberikan pernyataan terkait pengangkpan dua penambang illegal di gunung botak Kabupaten Buru, Rabu (30/11/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku kembali menangkap dua orang penambang illegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Kedua pelaku yang diringkus adalah Lukman Lataka (42) dan Marwan ST (48).

Penangkapan kedua pelaku tersebut, setelah penyidik mengecek dan mengumpulkan bukti langsung di jalur H desa Wamsait, Kecamatan Waylata, Kabupaten Buru tepatnya di lokasi PT.SSS pada Kamis (10/11/2022).

“Jadi kedua pelaku ini sudah teridentifikasi sebelumnya, namun penyidik harus mempunyai bukti yang kuat setelah itu baru keduanya diamankan,”ujar Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku, Kompol Andi Zulkifli dalam keteranga pers bersama awak media, Rabu (30/11/2022) siang.

Andi menjelaskan bahwa tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara yang dilakukan kedua pelaku mempunyai motif yang jelas yakni untuk memperkaya diri.

Di mana pelaku Lukman ini melakukan aktifitas pengolahan material mineral logam emas dengan metode bak rendaman di lokasi bekas perusahan PT. SSS.

Selanjutnya meterial pasir yang mengadung logam emas terebut ternyata di dapat dari bekas stok perusahan PT. PIP atas izin Marwan.

“Mereka membawa 3.500 karung full kelokasi kemudian diolah dengan cara dompeng atau di sedot dengan mesin pompa,”pungkasnya.

Baca juga: Lagi, Ratusan Bak Rendaman Penambang di Sungai Anahoni Gunung Botak Dibongkar Polisi

“Pelaku Marwan juga mengakui bahwa dalam kegiatan ini dirinya sebagai penjamin keamanan Lukman,”ujar Kompol Andi.

Andi menambahkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan kedua pelaku mengakui bahwa perbuatan pertambangan tanpa izin, mereka dilakukan sejak oktober 2022.

Atas perbutanya Lukman dan Marwan yang melawan hukum berdasarkan pasal 158 jo 161 UU RI nomor 3 tahun 2020, tentang perubahan tas undang undang RI Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Sebagaimana diubah dalam UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

“Pidana penjara 5 tahun denda satu milyar rupiah,” terang Andi.

Andi juga dalam kasus ini, apabila ditemukan pelaku yang terlibat maka akan dilakukan tindakan hukum yang sama.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved