Senin, 11 Mei 2026

Kesehatan

Bahaya Minum Antibiotik Tak Habis, Ini Penjelasannya

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Hermanto mengatakan antibiotik harus diminum habis

Tayang:
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
pixabay.com
Ilustrasi Obat 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Antibiotik merupakan obat yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi bakteri.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Hermanto mengatakan antibiotik harus diminum habis dan sesuai resep dokter.

Bila tidak, maka pasien bisa resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR).

Antibiotik termasuk jenis antimikroba bersama dengan antivirus, antiparasit, dan antijamur.

Hermanto menjelaskan AMR merupakan resistensi atau kekebalan dari mikroba terhadap obat antimikroba yang digunakan.

Baca juga: Ganti Ruhunussa, Harly Hataul Resmi Jadi Anggota DPRD Maluku Tengah

Baca juga: Hela Rotan Aboru Jadi Atraksi Budaya Terbaik se Indonesia

"Hal ini disebabkan karena penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan pedoman terapi serta penggunaan dan residu antibiotik pada hasil pertanian dan peternakan," kata Hermanto.

Lanjutnya, bila pasien terkena AMR maka proses infeksi bateri akan susah diobati.

Hal ini bisa berujung pada pembekakan biaya pengobatan, hingga kematian.

"Terjadinya AMR dapat mengakibatkan kematian pasien akibat infeksi yang tidak dapat diatasi segera dengan antimikroba yang ada disebabkan karena mikroba sudah resisten. Hal ini juga mengakibatkan pembengkakan biaya kesehatan pada suatu negara dan dibutuhkan upaya untuk melakukan riset terkait pencarian antimikroba yang lebih kuat," tambahnya. 

Hermanto menambahkan ada 4 cara yang bisa dilakukan untuk mencegah resisten antimikroba.

Yaitu ABC 4T.

ABC 4T yakni, tidak membeli antimikroba tanpa resep dokter; Teruskan pengobatan antimikroba hingga habis walaupun sudah sembuh; Tidak membuang antimikroba secara sembarangan.

Serta T yang terakhir yaitu Tegur dan laporkan jika mengetahui sarana yang menjual antimikroba tanpa resep dokter.

"Diharapkan dengan sosialisasi strategi ABC 4T kepada masyarakat dapat mengurangi risiko terjadinya AMR," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved