Keracunan Makanan

Polisi Kembali Periksa Pihak SMA Siwalima Ambon Terkait Kasus Keracunan Massal

Hari ini, Kamis (24/11/2022), pihak SMA Negeri Siwalima Ambon kembali deperiksa Polisi. Pemeriksaan ini untuk mendalami adanya dugaan keracunan makan

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Adjeng
KERACUNAN MASSAL: Siswa SMA Negeri Siwalima saat dilarikan dan dirawat di RSUP Dr. J. Leimana akibat keracunan makanan, Jumat (18/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Hari ini, Kamis (24/11/2022), pihak SMA Negeri Siwalima Ambon kembali deperiksa Polisi.

Pemeriksaan ini untuk mendalami adanya dugaan keracunan makanan bagi puluhan siswa-siswi di SMA unggulan tersebut.

"Kemarin kita sudah layang surat pemanggilan untuk pihak sekolah dan siang ini pemriksaaan dilakukan," ujar Kapolsek Bagual, AKP Metty Jacobus, kepada TribunAmbon, Kamis (24/11/2022).

Lanjut dikatakan kasus ini masih berproses, untuk hasil pemeriksaan pihak sekolah nanti disampaikan lagi.

"Nanti sudah ada perkambangan saya kabari lagi," pungkasnya.

Untuk diketahui, terkait dengan kasus ini pihak kepolisian sudah meminta keterangan dari beberapa pihak terkait.

Pihak terkait itu yakni, Rumah Sakit, sekolah dan penyedia makanan CV. Fildzah Jaya.

Kasus ini juga menjadi atensi dari DPRD Maluku, di manaRabu kemarin beberapa anggota dewan langsung sidak ke ruang makan dan dapur sekolah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Attapary bahkan mengaku kaget dengan kondisi dapur dan ruang makan di SMA Negeri Siwalima Ambon.

Menurutnya, kondisi dapur di SMA Siwalima Ambon yang nampak kotor dan bau itu sangat tidak layak.

“Dan dengan kondisi dapur seperti itu, kalau anak saya ada sekolah di SMA Siwalima, saya langsung pindahkan ke sekolah lain,” kata Samson dihadapan para orang tua murid, Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Detik-detik Wakil Rakyat Lompat Jendela Terobos Dapur SMA Siwalima Ambon

Selain dapur dan ruang makan lanjut dia, asrama yang ditempati para siswa ini juga sangat tidak layak.

Baik kasur maupun bantal sangat kotor dan tidak terawat.

Kamar yang berukuran sekitar 4x3 meter itu juga ditempati enam hingga 12 siswa sekaligus.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved