Sampah di Ambon

Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku Dinilai Tak Serius Tangani Sampah, Banyak Buktinya!

Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku dinilai tidak ada upaya serius dalam mengurangi luberan sampah plastik ke laut.

Istimewa
Ario Tri Yudha relawan Ekspedisi Sungai Nusantara, memungut limbah Medis di Pantai Tawiri Kota Ambon, Kamis sore (17/11/2022) 

"Ditemukannya limbah medis mengkhawatirkan bagi masyarakat dan ikan ikan di Teluk Ambon," pungkas Ario.

ESN Nilai Pemerintah Tak Serius Tangani Sampah di Laut

Penelusuran sampah di wilayah sungai tak hanya dilakukan ESN di Ambon, tetapi juga berbagai wilayah di Indomesia.

"Temuan sepanjang kegiatan penyusuran sungai-sungai di Indonesia menunjukkan tumpukan sampah tak terkontrol dari sungai menuju ke Laut, di metro Lampung, pantai Bengkulu, muara Batang Arau di Padang, Muara Barito, Muara Mahakam, perairan di Ternate, Pesisir Sorong dan di Ambon, tidak ada strategi dan aksi riil Pemerintah dalam kendalikan sampah plastik," ungkap Amiruddin.

Alumni studi pengelolaan lingkungan Wageningen University the Netherlands itu menilai target pengurangan 70 persen pengurangan sampah ke laut hanya retorika saja.

Padahal dalam PP 22/2021 disebutkan bahwa sungai-sungai di Indonesia harus nihil sampah.

Faktanya, sungai-sungai nasional yang menjadi kewenangan pemerintahan Pusat PUPR dan KLHK masih dibanjiri sampah plastik.

Manajer hukum dan HAM Ecoton Kholid Basyaidan pun merasa pesimis terhadap pemerintah dalam penanganan sampah ini.

"Pemerintah pusat tidak mampu jalankan amanat menjaga sungai-sungai nihil dari sampah.

Sulit rasanya berharap pada pemkab/pemkot jika pemerintah pusat tidak memberikan contoh, implementasi regulasi butuh keteladanan," ungkap Kholid Basyaidan.

Ia pun merasa geram dengan perilaku pemerintah yang seolah membiarkan sungai tercemar sampah plastik.

(*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved