Breaking News:

Gelandangan dan Pengemis di Ambon

Rustam Latupono Usul Gedung AMO jadi Kantor Dinas Sosial tuk Tampung Gelandangan dan Pengemis

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono mengusulkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk dapat memanfaatkan gedung Ambon Music Office (AMO) se

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Mesya
AMBON: Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono saat diwawancarai terkait penanganan gelandangan dan pengemis di Ambon, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono mengusulkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk dapat memanfaatkan gedung Ambon Music Office ( AMO) sebagai kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon.

Menurut Rustam Latupono, peralihan pemanfaatan gedung AMO ke Dinsos Ambon penting untuk meningkatkan pelayanan yang ada lebih maksimal.

" AMO itu bukan prioritas untuk membangun kota ini. Jadi baiknya gedungnya diperbaiki dan Dinsos ditempatkan disitu," kata Rustam Latupono kepada wartawan di Ambon, Kamis (29/9/2022).

Politisi Gerindra itu menyatakan, jika Pemkot Ambon sudah memperbaiki untuk ditempati Dinsos, langkah selanjutnya yakni dengan membersihkan lokasi yang ada dibelakangnya sebagai tempat para gelandangan dan pengemis.

"Nah, lokasi di belakang itu dibangun rumah singgah bagi gelandangan dan pengemis. Kalau tidak, bagaimana kita bisa menyelesaikan persoalan gelandangan dan pengemis di kota ini," ujarnya.

Baca juga: Dinsos Duga Anak-anak di Ambon Dipaksa jadi Gelandangan dan Pengemis; Ada Tuannya

Lanjutnya, sangat sulit bagi Dinsos untuk menyelesaikan masalah gepeng jika sarana-prasana pendukung saja belum kelar.

"Kantor Dinsos saja belum permanen, apalagi rumah singgah. Jadi saya usulkan gedung AMO diperbaiki dan dijadikan Kantor Dinsos," tukasnya.

Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon, tercatat sebanyak 300 orang yang kini menjadi gelandangan dan pengemis di Ambon yang didominasi dari kalangan anak dibawah umur.

Dari total 300 orang, mereka tersebar dibeberapa lokasi yang ada di Kota Ambon misalnya dibawah Underpass depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), jembatan penyeberangan orang (JPO) Maluku City Mall, rumah-rumah kopi, lampu merah dan beberapa titik lainnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved