Breaking News:

Maluku Terkini

Jadi Wakil Rakyat Sejak 1992, Ini Cara Lucky Wattimury Jaga Kepercayaan Publik

Disebutkan, hal itu menjadi cara sederhana Lucky Wattimury menjaga kepercayaan publik. Tidak mengherankan, jika politisi senior PDI Perjuangan itu sel

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Fandi
MALUKU: “Turun dan temui mereka (Rakyat),” cetus ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Maluku Lucky Wattimury saat diwawancarai di program Tribun Bastory di studio TribunAmbon.com, Jalan Jenderal Sodirman, Batu Merah. Sirimau, Kota Ambon, Selasa (27/9/2022). 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - “Turun dan temui mereka (Rakyat),” cetus ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Maluku Lucky Wattimury saat diwawancarai di studio TribunAmbon.com, Jalan Jenderal Sodirman, Batu Merah. Sirimau, Kota Ambon, Selasa (27/9/2022).

Disebutkan, hal itu menjadi cara sederhana Lucky Wattimury menjaga kepercayaan publik.

Tidak mengherankan, jika politisi senior PDI Perjuangan itu selalu terpilih mewakili konstituennya.

Terhitung sejak tahun 1992 hingga kini.

Berkantor di Baileo Rakyat Kota Ambon selama tiga periode, dua kali sebagai ketua DPRD.

Menyusul tiga periode di DPRD Provinsi, menjadi wakil dan kini menjabat ketua hingga 2024 mendatang.

Dijelaskan, menjadi legislator adalah bentuk kepercayaan masyarakat, sehingga tidak ada alasan untuk jauh dari mereka.

“Menduduki jabatan sebagai ketua DPRD itu bukan sesuatu yang dibanggakan, tapi sesuatu yang harus disyukuri dan cara bersyukur adalah melakukan yang terbaik untuk masyarakat,” jelas pria kelahiran 1960 itu.

Lanjutnya, tongkrong di warung kopi merupakan kebiasaan yang dijaga agar dapat langsung menyapa warga.

Baca juga: Sempat Dipolisikan, Kasus Hutang Lucky Wattimury - Wahab Latumary Berakhir Damai

Kebiasaan itu pun ditegaskan bukan untuk membangun citra, namun didasarkan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat.

“Tempat saya itu di rumah kopi, saya dengan motor jalan kesana kesini, bukan karena mau bentuk citra pribadi. Kita harus sadar apa yang ada dalam diri kita adalah Tuhan punya anugerah,” ujarnya.

Diakuinya, tidak ada yang sempurna dalam mengemban tugas dan pelaksanaan tanggung jawab.

Sehingga kritik hingga cacian dianggap adalah pengingat untuk tidak keluar dari tujuan mewakili rakyat.

“Punya kekurangan, keterbatasan, kelalaian saya akui. Saya berusaha semaksimal mungkin berikan yang terbaik untuk rakyat,” tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved