Rabu, 29 April 2026

Berapa Batas Konsumsi Gula per Hari? Ternyata Beda antara Laki-laki, Perempuan dan Anak-anak

Satu gram gula mengandung sekitar 4 kalori, yang berarti bahwa banyak orang mengkonsumsi hampir 270 kalori sehari dari tambahan gula saja.

Freepik/jcomp
Konsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit hati, dan kerusakan gigi. 

TRIBUNAMBON.COM - Belakangan kadar gula dalam minuman manis tengah menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

Konsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit hati, dan kerusakan gigi.

Mengutip Medical News Today, rata-rata orang di Amerika Serikat mengkonsumsi sekitar17 sendok tehSumber Tepercaya, atau 71,14 gram, gula tambahan per hari, yang jauh melebihi batas yang direkomendasikan.

Satu gram gula mengandung sekitar 4 kalori, yang berarti bahwa banyak orang mengkonsumsi hampir 270 kalori sehari dari tambahan gula saja.

Orang terkadang menggambarkan kalori dari gula sebagai 'kalori kosong' karena tidak memberikan nutrisi apa pun.

Lalu, berapa batas konsumsi gula yang disarankan dalam sehari?

American Heart Association (AHA) merekomendasikan jumlah makanan manis yang dikonsumsi dalam sehari seharusnya tidak lebih dari setengah kebutuhan kalori harian.

Kebutuhan kalori harian ini brbeda antara pria, wanita dan anak-anak.

Baca juga: Manfaat Tak Terduga Daun Serai: Cegah Obesitas, Turunkan Demam hingga Menghilangkan Bau Badan

Baca juga: Viral Esteh Indonesia Tuai Kritik setelah Somasi Netizen yang Komplain Produk Chizu Red Velvet

Pria

Menurut pedoman AHA, kebanyakan pria tidak boleh mengonsumsi lebih dari 150 kalori gula per hari.

Ini setara dengan 38 g atau 9 sendok teh (sdt) gula.

Wanita

Wanita tidak boleh menggunakan lebih dari 100 kalori untuk gula per hari.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 25 g atau 6 sdt gula.

Anak-anak

Anak-anak antara usia 2 dan 18 tahun harus mengkonsumsi tidak lebih dari 25 gram, atau 6 sdt gula tambahan setiap hari.

Konsumsi Gula bagi Penderita Diabetes

Diabetes
Diabetes (Freepik/@jcomp)

Diabetes membuat tubuh sulit menggunakan glukosa secara efektif.

Karena tubuh mengubah gula alami dan gula tambahan menjadi glukosa, penderita diabetes harus memantau asupan gula mereka secara keseluruhan.

Tetapi beberapa makanan mempengaruhi kadar glukosa darah lebih dari yang lain, tergantung pada indeks glikemik (GI).

Makanan dengan GI lebih tinggi meningkatkan glukosa darah lebih dari makanan dengan GI lebih rendah.

Seseorang dengan diabetes harus secara teratur memeriksa kadar glukosa darah mereka untuk memastikan bahwa itu dalam kisaran yang aman.

Kisaran ini akan sedikit berbeda dari orang ke orang.

Menghindari gula tambahan dan berfokus pada konsumsi serat dan karbohidrat padat nutrisi dalam jumlah yang tepat dari makanan utuh dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.

Baca juga: Tropicana Slim Ajak Masyarakat Cegah dan Lawan Diabetes melalui Beat Diabetes Online Festival

Perbedaan Gula Alami dan Gula Tambahan

Makanan utuh tertentu mengandung gula alami.

Misalnya, buah-buahan dan beberapa sayuran mengandung gula fruktosa, dan susu mengandung gula yang disebut laktosa.

Makanan ini juga mengandung nutrisi dan dapat menjadi sumber serat makanan.

Gula tambahan adalah gula atau pemanis kalori yang dimasukkan pabrikan ke dalam makanan atau minuman.

Gula yang ditambahkan dapat dibuat secara alami atau kimia.

Contoh gula alami yang ditambahkan produsen untuk memberikan rasa manis termasuk madu, sirup maple, dan gula kelapa.

Bahkan fruktosa dan laktosa memenuhi syarat sebagai gula tambahan dalam banyak makanan olahan.

Konsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit hati, dan kerusakan gigi.
Konsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit hati, dan kerusakan gigi. (Freepik/wirestock)

Contoh dari gula tambahan yang harus diperhatikan pada label makanan antara lain:

- gula putih halus

- gula merah

- gula mentah

- gula invert

- gula malt

- gula kelapa

- gula tetes

- sirup

- sirup maple

- sirup jagung

- sirup jagung fruktosa tinggi

- pemanis jagung

- madu

- konsentrat jus buah

- molekul gula yang diakhiri dengan "osa," seperti fruktosa, glukosa, dekstrosa, laktosa, maltosa, dan sukrosa

(TribunAmbon.com/Fitriana Andriyani)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved