Breaking News:

Ambon Hari Ini

DPRD Ambon Lambat Tangani Aduan Warga

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ambon lambat tangani aduan warga kota.

Mesya
Warga Ambon, Dwi Mutiara saat mendatangani Gedung DPRD Ambon untuk menanyakan tindaklanjut aduan pemecatan sepihak oleh Perusahaan Mr. DIY, Rabu (14/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ambon lambat tangani aduan warga kota.

Pasalnya, sudah lima bulan ini Dwi Mutiara dan tiga rekannya mengadukan masalah dipecat dari perusahaan Mr. Niaga Indoguna Yasa (DIY) secara sepihak ke DPRD Ambon, namun belum ada tindaklanjut.

"Saya kesini untuk menanyakan tindaklanjut DPRD Ambon seperti apa. Karena sudah cukup lama kami tak pernah dipanggil untuk membahasnya lebih lanjut," kata Dwi Mutiara, Rabu (15/9/2022) kemarin.

Dijelaskan, awalnya aduan disampaikan pada Mei 2022 untuk melaporkan perihal pemecatan sepihak yang oleh perusahaan Mr. DIY terhadap mereka.

Sayangnya, hingga pertengahan September 2022, aduan tersebut tak pernah ditindaklanjuti oleh pihak DPRD.

Menurutnya, mengadu ke DPRD dengan harapan DPRD bisa mencari solusi atas persoalan tersebut.

Baca juga: SPBU Pohon Pule Minta DPRD Ambon Bikin Peraturan Pengisian BBM Sesuai Jalur Angkot

Baca juga: Jumlah Kursi di DPRD Ambon Direncanakan Naik Jadi 40 Kursi

Sebab sebagai rakyat kecil, Dwi dan tiga rekan lainnya percaya DPRD bisa berdiri untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan rakyatnya.

"Kami mencari keadilan di rumah rakyat. Tapi, hasilnya masih belum sesuai harapan. Hari ini saya datang untuk menanyakan ulang. Hanya saja anggota komisi I sementara tak berada di tempat," jelasnya.

Dia menceritakan, mereka yang dipecat sepihak oleh pihak perusahaan sebanyak empat karyawan.

"Padahal tak ada Surat Peringatan (SP), tak ada kesalahan, tapi tiba-tiba kami dimintakan untuk tanda tangan surat pengunduran diri oleh Branch Manager di perusahaan. Mereka tekan kami," tutur Dwi Mutiara.

Usai tanda tangan tersebut, lanjutnya, pihak perusahaan langsung mengeluarkan info lowongan kerja terbaru.

Itu berarti, sudah ada rencana sejak awal.

Orang tua Dwi Mutiara, Yasmi meminta DPRD Ambon untuk bisa memperjuangkan nasib anaknya.

"Ini menjadi beban moril untuk kami orang tua. Kami mencari keadilan dengan mendatangi kantor dewan tapi hasilnya masih mengecewakan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved