Breaking News:

Mitan Langka

Pastikan Tak ada Penimbunan BBM di Buru, Polisi & Disperindag Pantau Langsung Penjualan Mitan

Tim Buser Polres Pulau Buru dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru, terjun langsung untuk memantau aktivitas penjualan M

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Polres Buru
MALUKU: Penjualan BBM bersubsidi jenis minyak tanah di Desa Karang Jaya, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, dipantau langsung oleh Tim Marsegu Polres Buru, Disperindag Buru, dan Kepala Desa Karang Jaya, Senin (12/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Tim Buser Polres Pulau Buru dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru, terjun langsung untuk memantau aktivitas penjualan Minyak Tanah (Mitan), di Desa Karang Jaya, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (12/9/2022) kemarin.

Pantauan penjualan itu dilaksanakan, agar tidak ada oknum yang sengaja menimbun BBM bersubsidi jenis Mitan itu.

Kanit Opsnal/ Katim Marsegu Polres Pulau Buru, Bripka Hasan Lessy mengatakan, selain anggota Tim Marsegu Polres Buru dan Disperindag, ada juga Kepala Desa Karang Jaya, membuat pengawasan penyaluran Mitan kepada masyarakat Desa Karang Jaya.

Sebab, akhir-akhir ini masyarakat Kabupaten Buru diperhadapkan dengan kelangkaan Mitan.

"Hal ini diawasi jangan sampai ada oknum- oknum yang sengaja melakukan penimbunan terhadap BBM subsidi, untuk dijual ke konsumen dengan harga di atas HET demi kepentingan pribadinya," kata Lessy saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, melalui whatsapp, pukul 18:40 WIT, Selasa (13/9/2022).

Dirinya mengungkapkan, dengan adanya tindakan yang melanggar aturan, sehingga pemerintah setempat maupun penegak hukum akhirnya mengambil langkah mengamankan, dan mengawasi secara ketat terkait aktivitas penjualan BBM bersubsidi,kepada masyarakat di Kabupaten Buru.

Kemudian, penjualan BBM bersubsidi jenis minyak tanah dilakukan oleh pangkalan Desa Karang Jaya, dengan jata sebanyak 25 drum.

Baca juga: Sejumlah Mahasiswa Datangi Kejari Buru, Minta Usut Dugaan Korupsi Anggaran Obat di RSUD Namlea

"Mitan tersebut dibagikan kepada masyarakat setempat dengan harga sesuai HET 5000 per liter," ungkap Lessy.

Dengan adanya pengawasan dari pihak penegakan hukum, dalam hal ini Buser/ Tim Marsegu Polres Buru, sehingga, masyarakat setempat cukup senang.

"Kalau ada pengawasan dari pihak kepolisian, pastinya masyarakat tidak khawatir, dan pastinya semua orang kebagian, serta tidak ada yang berani melakukan penimbunana," tegas Lessy.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved