Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Rektor Unidar Ambon; Azis Tunny Bukan Sarjana Kami

Namun, Rektor Unidar Ambon, Riadh Uluputty mengatakan, Azis Tunny tidak menyelesaikan studinya hingga sarjana di kampus itu.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Rektor Universitas Darussalam Ambon, Riadh Uluputty 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Azis Tunny.

Azis Tunny sendiri diketahui telah menghabiskan masa kecil di Masohi Ibu Kota Maluku Tengah hingga tamat SMA 1999.

Azis Tunny yang kerap disapa Agil itu kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon di Tulehu, Kecamatan Salahutu.

Namun, Rektor Unidar Ambon, Riadh Uluputty mengatakan, Azis Tunny tidak menyelesaikan studinya hingga sarjana di kampus itu.

“Yang bersangkutan tidak menyelesaikan kuliahnya di Unidar Ambon,” kata Riadh Uluputty kepada TribunAmbon.com melalui pesan Whatsapp, Kamis (8/9/2022).

Dijelaskan, Asiz Tunny masuk Unidar Ambon sejak tahun 1999.

Namun, Asiz Tunny memutuskan kuliahnya di kampus merah itu pada tahun 2004 dan pindah ke Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).

“Dia masuk 1999 di Unidar Ambon, dia pindah 2004. Jadi kuliahnya terputus dan selanjutnya yang bersangkutan selesaikan di UKIM,” tandas Rektor.

Baca juga: Azis Tunny Akhirnya Dipolisikan atas Dugaan Pungli terhadap Pedagang Pasar Mardika Ambon

Baca juga: FITNAH, Azis Tunny Minta Ketua APMA Klarifikasi soal Dugaan Pemerasan Pedagang Ambon

Diberitakan, Beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved