Breaking News:

Kenaikan Harga BBM

Harga BBM Naik, Sopir Angkot di Masohi Minta SPBU Tidak Batasi Pengisian Pertalite

Bahkan lanjut dia, dari jatah Rp 200 ribu itu, hanya 75 persen dari nominal tersebut yang dipergunakan untuk membeli Pertalite.  25 persen sisanya, ya

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Lukman
Sopir Angkutan Umum (Angkot) di Maluku Tengah (Malteng) meminta pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak dibatasi. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Sopir Angkutan Umum (Angkot) di Maluku Tengah (Malteng) meminta pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak dibatasi.

Hal itu dikeluhakn sejumlah Sopir Angkot akibat kebijakan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ataupun Agen Premium Minyak Solar (APMS) di Kota Masohi yang kerap membatasi pengisian Pertalite.

Misalnya SPBU di Pera, Waipo dan Makariki hanya menjatah BBM senilai Rp 200 ribu per kendaraan.

"BBM kan sudah naik, jadi katong (kita) itu berharap isi BBM jang batasi lai," kata Pieter salah satu supir saat di temui di depan Kantor Perhubungan Maluku Tengah, Kota Masohi, Rabu (7/9/2022).

Bahkan lanjut dia, dari jatah Rp 200 ribu itu, hanya 75 persen dari nominal tersebut yang dipergunakan untuk membeli Pertalite

25 persen sisanya, yakni Rp 50 ribu dialihkan untuk membeli Pertamax.

"Jadi batas kan hanya Rp 200 ribu. Nah katong hanya bisa isi pertalite Rp 150.000. sementara yang 50 ribunya tara disuruh isi Pertamax," kata dia.

Sopir lainnya Randi Pattiasina mengatakan, tak masalah mereka mengantre dua hingga tiga jam, asalkan tidak ada pembatasan lagi.

Mereka juga idak mempermasalahkan kenaikan harga BBM pertalite Rp 10 ribu asalkan pengisian BBM tidak lagi dibatasi.

Baca juga: Tak Berdemo, Sopir di Masohi Datangi Pemkab Malteng Minta Naikkan Tarif Angkot

Selain itu, mereka juga mengeluhkan oknum pengecer yang datang untuk mengantre minyak di SPBU maupun APMS dan dilayani pihak penyalur. Dan sangat menganggu bagi mereka.

"Apalagi orang batap (pengecer) sudah datang monopoli katong orang mencari ni, katong mau dapa apa lai," jelas dia.

"Seng masalah katong antre tapi Jang dibatasi lai. Supaya katong bisa isi ful Tanki," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved