Breaking News:

Ambon Terkini

14 Kelompok Ramaikan Lomba Pameran Expo Klasis GPM Kota Ambon

Expo Klasis merupakan bagian dari Klasis Kota Ambon (KKA) Cup II dalam rangka memperingati HUT ke-87 Gereja Protestan Maluku (GPM)

Editor: Adjeng Hatalea
Istimewa
PENILAIAN: Tim Juri sedang melakukan penilaian saat lomba Pameran Expo Klasis GPM Kota Ambon, Kamis (1/9/2022) di halaman Gedung Baileo Oikumene.  

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 14 kelompok jemaat mengikuti Lomba Pameran Expo Klasis Gereja Protestan Maluku Kota Ambon, Kamis (1/9/2022).

Kegiatan Lomba Pameran Expo diresmikan Penjabat Wali Kota Ambon, Boedewin Watimena di halaman Gedung Baileo Oikumene. 

Masing-masing peserta dari GPM Bethel, Menara Kasih, Imanuel, Getsemani, Silo, Polri Bukit Kasih, Eirene, Sion, Pniel, Ora Et Labora, Syaloom, Hok Im Tong, Bethania, Ebenhaezer mempromosikan pangan lokal, kerajinan kreatif dan produk daur ulang yang merupakan hasil usaha dan kreasi masing-masing jemaat.

Expo Klasis merupakan bagian dari Klasis Kota Ambon (KKA) Cup II dalam rangka memperingati HUT ke-87 Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Kota Ambon ke-447.

Ketua Team Pengembangan Ekonomi Jemaat Klasis Kota Ambon, Bodewyn Mailuhubmengucapkan terima kasih kepada kelompok jemaat yang sudah ikut berpartisipasi dalam lomba pameran expo.

"Tujuannya untuk terus memacu kreativitas Jemaat dan memperkenalkan produk-produk jemaat kepada masyarakat. Selain itu untuk memperkuat UMKM jemaat karena UMKM adalah garda terdepan dalam mempertahankan ekonomi baik daerah maupun negara," ungkap Bodewyn.

Baca juga: Resmikan Expo Klasis Ambon 2022, Pemkot Bakal Fasilitasi Kebutuhan UMKM, Termasuk Lebel Halal

Lebih lanjut Bodewyn memberikan apresiasi atas kepedulian pemerintah Kota Ambon melalui Penjabat Wali Kota yang akan memfasilitasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  dalam pengurusan lebel Engine, halal, rumah kemasan dan tempat jualan.

"Dukungan yang diberikan Pemkot Ambon, akan memacu pertumbuhan ekonomi di kota berjuluk 'Manise' semakin membaik. UMKM tumbuh, ekonomi warga meningkat, tercipta kesejahteraan," ungkap Bodewyn.

Hasil olahan pangan lokal, kerajinan kreatif, produk daur ulang para peserta dinilai tiga orang juri, Diandra de Fretes, Staff Pemeriksa Industri Disperindag Kota Ambon, Respi Leba, Bisnis Manager Tribun Ambon dan Santi, Perwakilan dari Bank Indonesia Maluku.

"Aspek yang dinilai dari pangan lokal yakni keanekaragaman pemilihan jenis bahan pangan lokal, kreativitas daya cipta resep, cita rasa, tampilan dan aspek keamanan pangan dalam penyajian makanan, pemenuhan prinsip beragam, bergizi seimbang dan aman dengan kecukupan menu keluarga sesuai porsi dukungan B2SA," jelas Diandra, ketua tim Juri.

Sedangkan kerajinan kreatif yang dinilai desain produk yang kreatif, inovasi produk, kerapian produk, tampilan yang menarik, kemanan dan ketahanan produk.

"Kita juga menilai beberapa produk daur ulang soal keindahan, kreativitas dan estetika, inovasi baru dan orisinil," ungkap Diandra.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved