Apakah Pil KB Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara?
Tak menutup kemungkinan bahwa konsumsi pil KB dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Penulis: Fitriana Andriyani | Editor: sinatrya tyas puspita
TRIBUNAMBON.COM - Pil KB menjadi metode paling populer dan dinilai efektif untuk mencegah kehamilan.
Namun, banyak anggapan bahwa estrogen dalam pil KB dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Bagi kebanyakan wanita, terutama wanita muda, para ahli mengatakan manfaat pil KB jauh lebih besar daripada risikonya.
Mengutip Webmd.com, tak menutup kemungkinan bahwa konsumsi pil KB dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Namun, studi yang meneliti penggunaan kontrasepsi oral sebagai faktor risiko kanker payudara telah menghasilkan hasil yang bertentangan.
Beberapa peneliti berpikir ini mungkin karena fakta bahwa tingkat hormon dalam pil KB telah berubah sejak pertama kali dipelajari.
Pil KB awal mengandung kadar hormon yang jauh lebih tinggi daripada pil dosis rendah saat ini dan menimbulkan risiko yang lebih tinggi.
Peneliti Skandinavia telah mencatat peningkatan kanker payudara pada sekelompok wanita yang sedang menggunakan atau baru saja menggunakan pil KB.
Baca juga: 7 Manfaat Asam Jawa bagi Kesehatan, Tingkatkan Kekebalan Tubuh hingga Lindungi Fungsi Jantung
Penggunaan pil yang lebih lama tampaknya meningkatkan risiko.
Penelitian serupa menemukan bahwa 10 tahun atau lebih setelah wanita berhenti menggunakan pil KB, risiko kanker payudara mereka kembali ke tingkat yang sama seolah-olah mereka tidak pernah menggunakan pil KB.
Namun, penelitian terkemuka lainnya oleh Women's Contraceptive and Reproductive Experience (Women's CARE) yang dilakukan antara tahun 1994 dan 1998 menunjukkan tidak ada peningkatan risiko kanker payudara pada pengguna pil KB saat ini atau sebelumnya.
Secara umum, sebagian besar penelitian belum menemukan peningkatan risiko kanker payudara secara keseluruhan karena penggunaan kontrasepsi oral .
Baca juga: 6 Manfaat Minuman Kunir Asem untuk Kesehatan, Cegah Risiko Kanker hingga Kurangi Nyeri Haid
Hal yang Harus Diperhatikan Pemilik Gen Kanker Payudara
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa wanita dengan riwayat keluarga yang kuat dengan kanker payudara mungkin memiliki risiko 11 kali lebih tinggi terkena kanker payudara jika mereka pernah meminum pil tersebut.
Tetapi para ahli mengingatkan bahwa penelitian tersebut terutama melibatkan wanita yang menggunakan pil KB sebelum tahun 1975, ketika pil tersebut mengandung kadar hormon estrogen dan progestin yang jauh lebih tinggi daripada pil dosis rendah saat ini.
Mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara yang terkait dengan mutasi pada gen BRCA harus berhati-hati sebelum mengonsumsi pil KB.
Keluarga dengan peningkatan risiko kanker payudara yang merupakan pembawa perubahan pada gen ini dapat lebih meningkatkan risiko kanker payudara dengan mengonsumsi pil KB.
Studi terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi pil KB tidak meningkatkan risiko pada wanita yang merupakan pembawa bentuk abnormal gen BRCA2, tetapi meningkatkan risiko pada wanita dengan gen BRCA1 yang diubah.
Wanita harus mendiskusikan riwayat kanker keluarga mereka dengan dokter mereka saat mengevaluasi risiko dan manfaat penggunaan pil KB.
Baca juga: Apa Manfaat Makan Makanan Berkalori Tinggi?
Apakah Risiko Kanker Payudara Terkait dengan Pil KB Bervariasi berdasarkan Usia?
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 100.000 wanita menunjukkan bahwa peningkatan risiko kanker payudara yang terkait dengan pil KB adalah yang tertinggi di antara wanita yang lebih tua.
Studi ini menemukan bahwa risiko kanker payudara paling besar di antara wanita berusia 45 tahun ke atas yang masih menggunakan pil.
Kelompok wanita ini hampir satu setengah kali lebih mungkin terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak pernah menggunakan pil.
Namun para ahli mengingatkan bahwa banyak wanita menggunakan pil KB yang lebih tua yang mengandung dosis hormon yang lebih tinggi.
Pil KB dosis rendah saat ini dianggap mengurangi risiko ini.
Apakah Pil KB Mengurangi Risiko Kanker Lainnya?
Meski dikhaeatirkan meningkatkan risiko kanker payudara, pil KB nyatanya dapat mengurangi risiko kanker lainnya.
Efek perlindungan pil terhadap kanker ovarium telah didokumentasikan dengan baik.
Risiko kanker ovarium berkurang sebanyak 30 persen -50 persen di antara wanita yang menggunakan pil KB setidaknya selama tiga tahun.
Studi baru menunjukkan bahwa penggunaan enam bulan secara dramatis dapat mengurangi risiko kanker ovarium, dan efek perlindungan itu meningkat semakin lama seorang wanita menggunakan pil.
Ada juga penurunan insiden kanker endometrium.
Dan sebuah studi baru menunjukkan kontrasepsi oral juga dapat mengurangi risiko kanker kolorektal.
Studi di Eropa menemukan bahwa wanita yang pernah menggunakan pil KB sekitar 20 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker kolorektal dibandingkan wanita yang tidak pernah menggunakan pil.
Pengurangan risiko sangat besar bahkan jika wanita tersebut telah menggunakan pil baru-baru ini.
(TribunAmbon.com/Fitriana Andriyani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/pil-KB-dapat-meningkatkan-risiko-kanker-payudara.jpg)