Breaking News:

Wisata Maluku

Tim Ahli Tetapkan 10 Tempat Ini Masuk Cagar Budaya Kota Ambon

Kepala bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon Esaf Malioy mengatakan penetapan cagar budaya Kota Ambon itu

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Gereja Menara Iman, Passo salah satu yang ditetapkan jadi Cagar Budaya Kota Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tim Ahli telah menetapkan 10 tempat dan benda masuk kategori cagar budaya Kota Ambon.

Adapun cagar budaya Kota Ambon itu yakni; Meriam Waimahu Latuhalat, Meriam Jepang Air Salobar Atas, Patung Fransiskus Xaverius, Masjid Jami, Gereja Maranatha.

Serta Gereja Menara Iman, Monumen Makam Joseph Kam, Tugu Dolan, Benteng Middleburg, dan Situs Cagar Budaya Negeri Soya.

Kepala bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon Esaf Malioy mengatakan penetapan cagar budaya Kota Ambon itu berdasarkan Keputusan Wali Kota Ambon Nomor 802- 811 Tahun 2021 tentang Benda Cagar Budaya.

"Di Tahun 2021 kemarin sudah ada 10 yang ditetapkan jadi cagar budaya tingkat Kota Ambon," kata Malioy, Sabtu (13/8/2022).

Lanjutnya, penetapan cagar budaya ini telah melalui pentahapan registrasi yang mencakup pendaftaran, pengkajian, penetapan, pencatatan, dan pemeringkatan cagar budaya berdasarkan rekomendasi tim ahli cagar budaya.

Baca juga: Itinerary Liburan Seharian di Ambon, Bisa Mampir Makan Rujak di Pantai Natsepa

Baca juga: Renjana Cafe, Tongkrongan Romantis dan Kreatif di Sudut Kampus Unpatti

“Ini sudah lewat semua proses. Tim ahli cagar datang dan mengkaji, identifikasi dan kemudian klasifikasi benda bangunan, struktur, lokasi dan satuan ruang geografis pada masing-masing objek tersebut,” lanjutnya.

Malioy menambahkan, Pemerintah berupaya agar seluruh cagar budaya ini bisa diselamatkan.

Mengingat keberadaanya yang sudah berpuluh tahun bahkan ada yang ratusan tahun dan kondisinya memilukan.

“Cagar budaya ini sangat penting untuk dipertahankan karena kalau dilihat keberadaanya sesuai UU No 11 Tahun 2010. Itu artinya sumber daya budaya ini yang memiliki sifat rapuh, unik, langka, terbatas, dan tidak terbarui,” jelasnya.

Malioy berharap, Pemerintah dan masyarakat dapat terus berkolaborasi dalam menjaga kelestarian situs, maupun budaya di Ambon agar tetap terawat dan tak punah. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved