Maluku Terkini

Maluku Bakal Punya 3 Perangkap Sampah di Sungai, Bukan Pakai Jaring Biasa

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Syauta mengatakan alat perangkap sampah di sungai bukan menggunakan jaring biasa.

Tanita
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Syauta saat diwawancarai TribunAmbon.com di ruang kerja, terkait armada pengangkut sampah dan alat penangkap sampah di Sungai, Rabu (10/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Provinsi Maluku bakal punya tiga buah mesin perangkap sampah di sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Syauta mengatakan alat perangkap sampah di sungai bukan menggunakan jaring biasa.

Syauta mengatakan perangkap sampah di sungai ini lebih efisien.

Pasalnya bisa lebih cepat menahan beragam jenis sampah sebelum masuk ke area Teluk Ambon.

"Yang ini modelnya lebih canggih dari jaring-jaring. Untuk model jaring-jaring pernah kita buat, kalau banjir harus kita angkat," kata Syauta kepada TribunAmbon.com, Rabu (10/8/2022).

Lanjutnya, pemasangan perangkap sampah di sungai ini bekerja sama dengan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Belanda (LSM) yaitu Clearrivers.

"Sementara melakukan komunikasi dan koordinasi untuk muara sungai ini dibangun alat penangkap sampah. Nah kalau yang ini kalau dibangun nanti sesuai dengan rapat itu NGO ada di Belanda, namanya clearrivers," lanjutnya.

Baca juga: Mau Tambah Truk Pengangkut Sampah, Agus Ririmasse Sebut Pengadaan Mobil Dinas Dihentikan

Baca juga: Pembersihan Sampah di Teluk Ambon Terhambat Hujan Deras dan Gelombang Tinggi

Syauta menambahkan, alat tersebut direncanakan terpasang pada Oktober 2022 mendatang sembari Pemerintah mempersiapkan dokumen penunjang.

"Rencananya sesuai dengan rapat itu, bulan Oktober, alat itu sudah tiba di Ambon. Kita menunggu, mungkin kelengkapan administrasi jelang mesinnya datang pasti kita siapkan, sekaligus yang tangani sudah di Ambon," tambahnya.

Syauta menuturkan, alat tersebut akan dipasang di tiga sungai besar di Ambon. Yakni di Galala Wae Ruhu, Wai Batu Merah dan Wai Batu Gantong.

"Rencana tiga dulu dan ini paten sehingga kita harapkan bisa terjadi. Nah kalau bicara penanganan sungai, laut, Negara Belanda itu jago, jadi ini kita sudah laporkan ke Gubernur dan beliau mengapresiasi. Beliau bilang untuk dari Belanda penanganan sungai, air, itu tidak perlu diragukan," tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku telah memasang jaring di lima muara sungai di Kota Ambon dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2021.

Jaring tersebut terpasang di wai Ruhu, wai Batumerah, wai Tomu, wai Batu Gajah dan Wai Batu Gantung.

Pemasang jaring di lima sungai itu lantaran jarang yang sebelumnya dipasang saat perhelatan Sail Banda 2010 alami kerusakan lantaran tak bisa menahan dan menampung banyaknya sampah yang mengalir ke muara sungai.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved