Apa Itu Kecanduan Operasi Plastik? Berikut Gejala dan Penyebabnya
Kecanduan operasi plastik didefinisikan sebagai obsesi untuk secara konsisten mengubah atau meningkatkan penampilan seseorang.
Penulis: Fitriana Andriyani | Editor: sinatrya tyas puspita
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan BDD mungkin 15 kali lebih mungkin untuk melakukan operasi plastik.
Baca juga: Viral Cerita Vanessa Mengubah Penampilannya setelah Sakit Hati, Kini Disangka Operasi Plastik
Gejala BDD
Berikut beberapa tanda umum seseorang mengalami BDD:
- Mencari beberapa operasi secara berurutan.
- Mencoba treatment di dokter yang berbeda jika seseorang tidak akan melakukan prosedur.
- Terlibat dalam prosedur bahkan jika dokter tidak memiliki pengalaman atau kredensial.
- Mengalami harapan yang tidak realistis tentang bagaimana operasi akan membuat mereka merasa sesudahnya.
- Percaya bahwa operasi tertentu akan memberi mereka manfaat tertentu (cinta, kebahagiaan, kemakmuran finansial).
- Mengalami kesulitan keuangan karena kecanduan.
- Mengalami masalah hubungan.
2. Trauma masa kecil
Trauma masa kecil dapat memperburuk risiko mengembangkan kecanduan operasi plastik.
Trauma masa kanak-kanak dapat sangat memengaruhi rasa aman dan kendali seseorang di dunia.
Operasi plastik mungkin terasa seperti jalan keluar yang aman karena seseorang terlalu fokus pada penampilan membuat seseorang tampaknya menghindari memeriksa penyebab stres lainnya.
Pola ini, tentu saja, mungkin sepenuhnya di bawah sadar, tetapi memungkinkan individu untuk merasa diberdayakan atas sesuatu yang mereka yakini dapat mereka kendalikan (bahkan jika keyakinan itu picik).
(TribunAmbon.com/Fitriana Andriyani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Operasi-Plastik-ilustasi.jpg)