Apa Itu Kecanduan Operasi Plastik? Berikut Gejala dan Penyebabnya
Kecanduan operasi plastik didefinisikan sebagai obsesi untuk secara konsisten mengubah atau meningkatkan penampilan seseorang.
Penulis: Fitriana Andriyani | Editor: sinatrya tyas puspita
TRIBUNAMBON.COM - Tahukah kamu bahwa orang yang sering operasi plastik bisa mengalami kecanduan?
Kecanduan operasi plastik didefinisikan sebagai obsesi untuk secara konsisten mengubah atau meningkatkan penampilan seseorang.
Meskipun tidak secara resmi diakui sebagai diagnosis kesehatan mental, kecanduan operasi plastik membuat penderitanya rela meghabiskan banyak uang dan waktu untuk memenuhi keinginannya tersebut.
Orang yang mengalami kecanduan ini mungkin akan merasa bahagia setelah melakukan operasi plastik, namun mereka menjadi kerap merasa tak puas dengan penampilannya.
Mengutip choosingtherapy.com, kecanduan operasi plastik dapat menjadi respons kompulsif terhadap body dysphoric disorder (BDD) atau gangguan disforik tubuh.
Seseorang mungkin mulai dengan mencoba memperbaiki satu bagian dari penampilannya, namun lama-kelamaan muncul keinginan untuk memperbaiki bagian yang lain.
Penyebab Kecanduan Operasi Plastik
Kecanduan operasi plastik dapat dipengaruhi faktor genetik maupun lingkungan.
Baca juga: Operasi Plastik hingga Berubah Drastis, Gadis Ini Sadari Cara Orang Korea Menghargai Orang lain
Kita hidup dalam masyarakat yang mendambakan wajah awet muda dan wajah bersih tanpa noda.
Oleh karena itu, keinginan untuk mencapai rasa kesempurnaan yang tidak realistis sangatlah tinggi.
Adapun penyebab kecanduan operasi plastik yaitu:
1. Body dysphoric disorder (BDD)
Orang dengan gangguan dismorfik tubuh (BDD) menjadi sibuk dengan kekurangan fisik yang kecil atau tidak ada sama sekali.
Gangguan ini dapat ditemukan di mana saja di tubuh.
Hal ini tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan psikologis lain, tetapi menyebabkan penderitaan yang signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Operasi-Plastik-ilustasi.jpg)